Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur tahun 2025. Persentase penduduk miskin saat ini tercatat 8,07 persen, turun sebesar 0,74 persen dari tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, jumlah penduduk miskin turun sebanyak 2.200 jiwa menjadi 34.910 jiwa, dengan penurunan pertumbuhan turun 5,93 persen.
(Baca: Garis Kemiskinan Makanan dan Nonmakanan Lampung Maret 2026: Naik Jadi Rp.612,45 Ribu per Kapita/Bulan)
Catatan historis 2004 sampai 2025 menunjukkan persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai titik tertinggi 17,66 persen pada tahun 2006, dan tercatat angka terendah pada tahun 2025 ini. Dalam 21 tahun data, posisi rank kemiskinan se-Indonesia bergeser dari urutan 202 pada tahun 2004 menjadi urutan 283 pada data terakhir.
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir berada di angka 8,65 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir berada di angka 9,05 persen. Angka tahun 2025 ini berada lebih rendah dibandingkan kedua rata-rata periode tersebut. Pertumbuhan penurunan kemiskinan terbesar terjadi pada tahun 2008 turun 24,61 persen, dan peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2006 sebesar 17,11 persen.
Kabupaten Berau
Berada di urutan 453 tingkat nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 4,44 persen dengan penurunan sebesar 12,6 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 10.960 jiwa, dengan garis kemiskinan sebesar 753,42 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat berada di angka 193,39 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan sedikit turun 0,36 persen.
Kabupaten Kutai Barat
Posisi rank nasional persentase kemiskinan berada di urutan 260, dengan angka tercatat 8,72 persen dan mengalami penurunan 8,79 persen dari tahun sebelumnya. Terdapat 13.240 jiwa penduduk miskin di wilayah ini, garis kemiskinan ditetapkan sebesar 738,21 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 229,65 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan sedikit naik 3,42 persen.
(Baca: Persentase Angkatan Kerja terhadap Jumlah Penduduk Usia Kerja di Jawa Tengah | 2026)
Kabupaten Kutai Kartanegara
Menduduki urutan 338 tingkat nasional untuk indikator persentase kemiskinan, angka tercatat 6,72 persen dengan penurunan 7,69 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 54.990 jiwa, menjadi jumlah tertinggi dibanding seluruh kabupaten pembanding di Kalimantan Timur. Garis kemiskinan sebesar 705,40 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 249,11 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Paser
Persentase kemiskinan wilayah ini berada pada urutan 282 tingkat nasional, sangat berdekatan dengan posisi Kabupaten Kutai Timur. Angka kemiskinan tercatat 8,13 persen dengan penurunan 5,79 persen pada periode laporan. Terdapat 24.050 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan ditetapkan 663,24 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 196,72 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Mahakam Hulu
Menduduki urutan 215 tingkat nasional untuk indikator kemiskinan, wilayah ini memiliki angka persentase kemiskinan 10,09 persen dengan penurunan 6,14 persen tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 2.730 jiwa, menjadi jumlah terendah dari seluruh kabupaten pembanding. Garis kemiskinan mencapai 812,49 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 118,65 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Penajam Paser Utara
Berada di urutan 399 tingkat nasional, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 5,78 persen dengan penurunan 13,6 persen menjadi penurunan terbesar diantara seluruh kabupaten pembanding. Terdapat 9.340 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan sebesar 633,18 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 63,81 juta rupiah per tahun dengan penurunan 26,78 persen.