Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin Kabupaten Kutai Timur tahun 2025 berada di angka 8,07 persen. Angka ini turun sebesar 0,74 poin persen dari tahun sebelumnya yang tercatat 8,81 persen, dengan penurunan jumlah penduduk miskin sebanyak 2.200 jiwa menjadi total 34.910 jiwa. Secara nasional, wilayah ini berada di peringkat 283 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
(Baca: Jumlah Tempat Tidur Hotel Nonberbintang di Lampung | 2025)
Dari catatan historis sepanjang 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006 dengan angka 17,66 persen. Sedangkan nilai terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan penurunan angka kemiskinan terbesar terjadi pada tahun 2008 sebesar 24,61 persen, dan peningkatan paling besar terjadi tahun 2006 sebesar 17,11 persen. Peringkat nasional wilayah ini bergeser antara urutan 202 sampai 339 selama periode pencatatan.
Rata-rata persentase kemiskinan dalam 3 tahun terakhir berada di angka 8,65 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 9,01 persen. Hal ini menunjukkan angka kemiskinan tahun 2025 berada lebih rendah dibandingkan kedua rata-rata periode tersebut. Selama 22 tahun pencatatan, angka kemiskinan menunjukkan pola turun setelah mengalami sedikit kenaikan pada periode 2019 sampai 2021.
Kabupaten Berau
Berada di peringkat 453 secara nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 4,44 persen dengan penurunan sebesar 12,60 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 10.960 jiwa, dengan garis kemiskinan sebesar 753,42 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 193,39 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan sedikit turun 0,36 persen.
Kabupaten Kutai Barat
Peringkat 260 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 8,72 persen dengan penurunan sebesar 8,79 persen pada tahun terakhir. Terdapat 13.240 jiwa penduduk miskin di wilayah ini, dengan garis kemiskinan sebesar 738,21 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 229,65 juta rupiah per tahun, mengalami pertumbuhan sedikit naik 3,42 persen dibanding periode sebelumnya.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Metro | 2004 - 2025)
Kabupaten Kutai Kartanegara
Berada di urutan 338 secara nasional, angka persentase kemiskinan tercatat 6,72 persen dengan penurunan 7,69 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 54.990 jiwa, menjadi jumlah terbanyak diantara kelompok kabupaten perbandingan ini. Garis kemiskinan tercatat 705,40 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 249,11 juta rupiah per tahun yang sedikit turun 3,89 persen.
Kabupaten Paser
Peringkat 282 secara nasional, hanya satu peringkat diatas Kabupaten Kutai Timur, dengan persentase kemiskinan 8,13 persen. Angka ini turun sebesar 5,79 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan total 24.050 jiwa penduduk miskin. Garis kemiskinan tercatat 663,24 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 196,72 juta rupiah per tahun yang sedikit naik 1,84 persen.
Kabupaten Penajam Paser Utara
Berada di peringkat 399 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 5,78 persen dengan penurunan sangat besar sebesar 13,60 persen pada tahun terakhir. Terdapat 9.340 jiwa penduduk miskin di wilayah ini, dengan garis kemiskinan sebesar 633,18 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita tercatat 63,81 juta rupiah per tahun, mengalami penurunan sebesar 26,78 persen.
Kabupaten Mahakam Hulu
Peringkat 215 secara nasional, menjadi wilayah dengan persentase kemiskinan tertinggi di kelompok perbandingan ini yaitu 10,09 persen. Angka ini turun sebesar 6,14 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan total 2.730 jiwa penduduk miskin. Garis kemiskinan mencapai 812,49 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 118,65 juta rupiah per tahun yang naik 7,67 persen.