Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kota Metro Lampung semester tahun 2025 sebesar 6,44 persen. Angka ini turun 0,34 persen dari tahun sebelumnya yang tercatat 6,78 persen, dengan jumlah penduduk miskin saat ini sebanyak 11.580 jiwa. Secara nasional Kota Metro menempati peringkat 352 dari total 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
(Baca: 9,81% Penduduk di Kabupaten Kediri Masuk Kategori Miskin)
Sepanjang catatan historis 2004 hingga 2025, persentase kemiskinan wilayah ini mencapai titik tertinggi pada tahun 2008 sebesar 15,91 persen. Angka terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Catatan pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi tahun 2008 sebesar 37,99 persen, sementara penurunan terbesar terjadi tahun 2022 sebesar 11,87 persen.
Selama 5 tahun terakhir, rata-rata persentase kemiskinan Kota Metro berada di angka 7,66 persen. Dalam 3 tahun terakhir rata-rata turun menjadi 6,83 persen. Peringkat nasional wilayah ini terus bergeser membaik sejak tahun 2020, sebelumnya berada di urutan 314, hingga kini menempati urutan 352 dari seluruh kabupaten kota Indonesia.
Kota Bandar Lampung
Berada di peringkat 330 secara nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 6,95 persen dengan penurunan sedikit sebesar 5,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat sebanyak 80.190 jiwa. Garis kemiskinan disini mencapai 810,35 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 70,12 juta rupiah per tahun yang tumbuh 6,65 persen setiap tahunnya.
Kabupaten Mesuji
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Kudus Periode 2004 - 2025)
Peringkat 388 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 5,92 persen dengan penurunan sebesar 6,18 persen dari tahun lalu. Jumlah penduduk miskin sebanyak 12.140 jiwa, angka ini hampir setara dengan catatan Kota Metro. Garis kemiskinan wilayah ini tercatat 584,31 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 62,95 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan tahunan 7,46 persen.
Kabupaten Tulang Bawang Barat
Persentase kemiskinan berada di angka 6,72 persen dan menempati peringkat 338 seluruh Indonesia. Angka ini turun sebesar 6,93 persen dari periode tahun sebelumnya, menjadi salah satu penurunan terbesar di antara kelompok wilayah ini. Tercatat garis kemiskinan 577,73 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 55,87 juta rupiah per tahun yang tumbuh 7,02 persen setiap periode.
Kabupaten Tulang Bawang
Dengan persentase kemiskinan 7,54 persen, wilayah ini menempati urutan 305 secara nasional. Penurunan angka kemiskinan tercatat sebesar 4,31 persen dari tahun lalu, merupakan penurunan paling kecil dibandingkan tiga wilayah lain dalam kelompok perbandingan. Jumlah penduduk miskin mencapai 36.140 jiwa, garis kemiskinan 588,73 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 72,99 juta rupiah per tahun yang tumbuh 7,77 persen setiap tahun.