Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kabupaten Kudus Jawa Tengah semester 2025. Persentase penduduk miskin berada di angka 6,59 persen, turun sebesar 8,85 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selama satu tahun terakhir, jumlah penduduk miskin berkurang sebanyak 5.320 jiwa dari total 60.370 jiwa penduduk miskin saat ini.
(Baca: Provinsi dengan Persentase Penduduk Miskin di Perdesaan Tertinggi di Indonesia (2026))
Sepanjang periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan Kabupaten Kudus mengalami naik turun. Angka tertinggi tercatat pada tahun 2008 sebesar 12,58 persen, sementara angka terendah tercapai pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2008 sebesar 17,24 persen, sedangkan penurunan terbesar tercatat pada tahun 2025.
Secara peringkat nasional, Kabupaten Kudus menempati urutan 348 dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir berada di angka 7,02 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 7,37 persen. Angka tahun 2025 ini lebih rendah dibandingkan kedua rata-rata tersebut.
Kota Pekalongan
Berada di peringkat 372 secara nasional untuk persentase kemiskinan, memiliki angka 6,14 persen dengan penurunan sebesar 8,49 persen tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 19.490 jiwa, garis kemiskinan berada di angka 639,40 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita wilayah ini mencapai 48,99 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Semarang
Menduduki peringkat 361 nasional, persentase kemiskinan tercatat 6,30 persen dengan penurunan 9,48 persen pada tahun terakhir. Terdapat 70.290 jiwa penduduk miskin dari total 1.115.129 jiwa penduduk total. Garis kemiskinan berada pada 558,50 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 64,08 juta rupiah per tahun.
(Baca: BPS: Jumlah Penduduk Miskin di Bali Naik 1,2%(Data Maret 2026))
Kabupaten Sukoharjo
Peringkat 334 secara nasional, mencatatkan persentase kemiskinan 6,83 persen dengan penurunan 8,57 persen tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 62.660 jiwa, dari total penduduk yang hampir menyamai jumlah penduduk Kudus. Garis kemiskinan tercatat 536,78 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 56,28 juta rupiah per tahun.
Kota Surakarta
Berada di peringkat 298 nasional, memiliki persentase kemiskinan 7,69 persen dengan penurunan 7,46 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 40.080 jiwa, garis kemiskinan wilayah ini merupakan salah satu tertinggi di kelompok ini yaitu 678,32 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai 130,02 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Tegal
Menduduki peringkat 370 nasional, mencatatkan persentase kemiskinan 6,16 persen dengan penurunan terbesar di kelompok ini yaitu 9,54 persen tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 88.700 jiwa dari total penduduk terbesar di kelompok ini. Garis kemiskinan tercatat 516,93 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 30,35 juta rupiah per tahun.
Kota Tegal
Peringkat 312 secara nasional, memiliki persentase kemiskinan 7,28 persen dengan penurunan terkecil di kelompok ini yaitu 4,71 persen tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 18.270 jiwa, garis kemiskinan merupakan yang tertinggi di kelompok yaitu 702,11 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita wilayah ini mencapai 77,03 juta rupiah per tahun.