Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Kudus Jawa Tengah semester tahun 2025 sebesar 6,59 persen. Angka ini turun sebesar 0,64 persen dari tahun sebelumnya yang tercatat 7,23 persen, dengan pertumbuhan minus 8,85 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini tercatat 60.370 jiwa, berkurang 5.320 jiwa dari periode tahun lalu.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Buton Utara | 2007 - 2025)
Selama periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan Kabupaten Kudus pernah mencapai nilai tertinggi sebesar 12,58 persen pada tahun 2008. Nilai terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Secara ranking nasional, wilayah ini saat ini menempati urutan 348 dari total 514 kabupaten kota di seluruh Indonesia.
Sepanjang catatan historis, pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2008 sebesar 17,24 persen. Sedangkan pertumbuhan terendah tercatat pada tahun 2007 yaitu minus 10,95 persen. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir sebesar 7,02 persen, lebih tinggi dibanding angka tahun 2025 saat ini.
Kota Pekalongan
Berada pada ranking 372 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 6,14 persen dengan penurunan sebesar 8,49 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 19.490 jiwa. Garis kemiskinan berada pada angka 639,40 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 5,63 persen. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 48,99 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Semarang
Ranking persentase kemiskinan nasional berada di urutan 361, dengan angka tercatat 6,30 persen dan mengalami penurunan 9,48 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini mencapai 70.290 jiwa. Garis kemiskinan tercatat 558,50 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 64,08 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 6,31 persen.
Kabupaten Sukoharjo
(Baca: Garis Kemiskinan Makanan di Perkotaan di Jambi | 2025)
Pada urutan 334 ranking nasional persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki angka 6,83 persen dengan penurunan 8,57 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin tercatat 62.660 jiwa. Garis kemiskinan berada pada 536,78 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 56,28 juta rupiah per tahun, menempati ranking 244 secara nasional untuk indikator ini.
Kota Surakarta
Menempati urutan 298 ranking nasional persentase kemiskinan dengan angka 7,69 persen, mengalami penurunan 7,46 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 40.080 jiwa. Garis kemiskinan wilayah ini mencapai 678,32 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 130,02 juta rupiah per tahun, berada pada ranking 62 nasional.
Kabupaten Tegal
Ranking 370 nasional untuk persentase kemiskinan dengan angka tercatat 6,16 persen, mengalami penurunan sebesar 9,54 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini mencapai 88.700 jiwa, menjadi yang terbesar dibandingkan seluruh wilayah perbandingan. Garis kemiskinan tercatat 516,93 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kota Tegal
Berada di urutan 312 ranking nasional persentase kemiskinan dengan angka 7,28 persen, hanya mengalami penurunan sedikit sebesar 4,71 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 18.270 jiwa. Garis kemiskinan wilayah ini mencapai 702,11 ribu rupiah per kapita per bulan, merupakan nilai tertinggi diantara seluruh wilayah yang dibandingkan.