Menurut data Bank Indonesia (BI), volume ekspor SITC kode 42 minyak dan lemak nabati di Lampung pada Januari 2026 tercatat 190,62 juta ton. Angka ini turun dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat 119,03 juta ton. Sejak Oktober 2023, volume ekspor SITC kode 42 minyak dan lemak nabati (42) menurut provinsi di Lampung menunjukkan tren kenaikan dari sisi jumlah. Kondisi yang berbeda terlihat usai covid dalam 40 tahun terakhir, volume ekspor SITC kode 42 minyak dan lemak nabati (42) menurut provinsi dalam tren naik.
Sebelumnya menurut rekam jejak 20 tahun terakhir, rekor pertumbuhan tertinggi di Lampung pernah terjadi pada Mei 2025 dengan pertumbuhan sebesar 151,02%. Sedangkan rata-rata enam tahun terakhir yakni tercatat tumbuh 13,63%.
(Baca: Provinsi Kalimantan Barat Ekspor 1,72 Juta Ton Ikan Kerang Kerangan Moluska dan Olahannya)
Daftar 10 Terbesar:
Menurut publikasi Bank Indonesia (BI), data per Januari 2026, volume ekspor SITC kode 42 minyak dan lemak nabati jika ditotal untuk 10 provinsi teratas besarnya mencapai 2,18 miliar ton. Nilai dari jumlah 10 provinsi tersebut, proporsinya mencapai 96,09% dari total seluruh provinsi.
Riau mencatatkan volume ekspor SITC kode 42 minyak dan lemak nabati tertinggi dengan 1,04 miliar ton. Di provinsi ini, Bank Indonesia (BI) mencatat perkembangan data bulanan di wilayah ini turun 16,29% dibandingkan dengan periode yang sama bulan sebelumnya.
(Baca: Volume Ekspor SITC Kode 42 Minyak dan Lemak Nabati Periode 2020-2026)
Menyusul di urutan berikutnya adalah Sumatera Utara. Periode yang sama bulan sebelumnya volume ekspor SITC kode 42 minyak dan lemak nabati di provinsi ini tercatat 292,16 juta ton.
Selanjutnya, volume ekspor SITC kode 42 minyak dan lemak nabati di Sumatera Barat naik 166,74% menjadi 267,27 juta ton dibandingkan dengan periode yang sama bulan sebelumnya, Lampung dengan volume ekspor SITC kode 42 minyak dan lemak nabati 190,62 juta ton (naik 22,53%) dan Kalimantan Selatan dengan volume ekspor SITC kode 42 minyak dan lemak nabati 93,8 juta ton (naik 174,97%)
Berikut ini adalah daftar sepuluh provinsi yang mencatatkan volume ekspor SITC kode 42 minyak dan lemak nabati dengan jumlah tertinggi:
- Riau 1,04 miliar ton
- Bengkulu 852,01 juta ton
- Kalimantan Timur 335,71 juta ton
- Sumatera Utara 282,49 juta ton
- Sumatera Barat 267,27 juta ton
- Lampung 190,62 juta ton
- Kalimantan Selatan 93,8 juta ton
- Kep. Riau 89,26 juta ton
- Kalimantan Barat 53,27 juta ton
- Sulawesi Utara 43,85 juta ton