Harga Perak Turun Menuju Level US$76,423 /Troy Ons (Rabu, 08 April 2026)

1
Agus Dwi Darmawan 08/04/2026 09:50 WIB
Image Loader
Memuat...
Harga Perak Tiga Bulan Terakhir
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Investing.com mencatat harga perak pada hari ini turun 0,48% menuju level US$ 76,423 per troy ons. Penurunan harga ini termasuk yang cukup tinggi dibandingkan rata-rata pergerakan harga dalam sepekan terakhir.

Harga perak mengalami lonjakan tertinggi minggu ini pada Selasa, 07 April 2026 sebesar 5,41%. mengalami penguatan sebesar 7,62% dibandingkan posisi awal tahun.

(Baca: Harga Tembaga Pagi Hari Diperdagangkan US$5,68 /Pon (Rabu, 08 April 2026))

Kondisi saat ini serupa dengan pergerakan harga perak dalam satu hari terakhir yang sedang dalam tren menyusut.

Seminggu terakhir, pergerakan harga perak tumbuh 2,01% dengan rata-rata harga transaksi harian adalah US$74,29 per troy ons. Perhitungan Katadata Insight Center (KIC), dalam setahun berjalan (year-to-date/ytd), harga perak tersebut telah naik 7,62%. Bahkan dari harga tertingginya tahun ini di US$115.15 per troy ons, harga perak telah turun 33.63%.

Secara tahunan, rata-rata perdagangan harga perak dalam lima tahun terakhir dalam tren naik. Sementara itu, untuk pantauan harga secara bulanan, transaksi dalam 12 bulan terakhir cenderung naik. Tertinggi, harga rata-rata bulanan komoditas perak pernah tercatat yakni pada Januari 2026 diharga US$93,97 per troy ons.

(Baca: Kripto Hari Ini: Bitcoin Melonjak 0,38% dalam 24 Jam)

Perak merupakan salah satu jenis logam yang tidak korosif sehingga dianggap sebagai logam mulia dengan nilai jual yang tinggi. Meski harganya masih jauh dibawah emas, perak kerap digemari sebagai bahan baku berbagai produk, seperti perhiasan.

Melansir dari Statista, Meksiko menjadi negara penghasil perak terbesar di dunia. Produksi Perak di negara tersebut mencapai 178,1 juta ons pada 2020.

Adapun, Indonesia berada diurutan ke-16 sebagai negara penghasil perak terbesar di dunia. Tercatat, produksi perak di tanah air sebesar 8,3 juta ons pada tahun lalu.

Data Populer

Loading...