Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Buton Utara tahun 2025 sebesar 13,22 persen. Angka ini turun 0,87 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penurunan jumlah penduduk miskin sebanyak 490 jiwa menjadi total 8.690 jiwa. Secara nasional kabupaten ini menempati peringkat 118 dari total 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Sepanjang periode 2007 hingga 2025, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat tertinggi pada tahun 2007 dengan angka 25,09 persen. Angka terendah tercatat pada tahun 2025. Peningkatan persentase kemiskinan terbesar terjadi pada tahun 2013 sebesar 11,37 persen, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada tahun 2025 sebesar 6,17 persen.
(Baca: Garis Kemiskinan Makanan di Perkotaan di Jambi | 2025)
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir berada di angka 13,79 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata 5 tahun terakhir yang mencapai 14,10 persen. Peringkat nasional wilayah ini menunjukkan pergeseran membaik, dari peringkat 131 pada tahun 2023 menjadi peringkat 118 pada tahun 2025.
Kabupaten Buton
Berada di peringkat 111 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 13,46 persen dengan penurunan sebesar 3,79 persen pada tahun terakhir. Terdapat 13.890 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan ditetapkan sebesar 372,90 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 45,02 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Kolaka Utara
Peringkat 125 nasional dengan persentase kemiskinan 12,94 persen, tercatat penurunan sebesar 4,22 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 21.470 jiwa, garis kemiskinan wilayah ini sebesar 552,22 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 87,50 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Konawe
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Kolaka | 2004 - 2025)
Menempati urutan 129 secara nasional, persentase kemiskinan di wilayah ini tercatat 12,78 persen dengan penurunan sebesar 3,55 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 33.040 jiwa, garis kemiskinan ditetapkan 462,46 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita masyarakat mencapai 86,44 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Wakatobi
Berada di peringkat 112 nasional, persentase kemiskinan tercatat 13,40 persen dengan penurunan sebesar 6,69 persen pada tahun terakhir. Terdapat 13.980 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan wilayah ini sebesar 371,13 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 54,11 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Muna Barat
Peringkat 127 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 12,83 persen dengan penurunan sebesar 4,11 persen pada periode laporan. Jumlah penduduk miskin mencapai 10.970 jiwa, garis kemiskinan ditetapkan 451,71 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita masyarakat tercatat 40,66 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Buton Tengah
Menempati urutan 112 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 13,40 persen dengan penurunan sebesar 6,94 persen. Terdapat 12.610 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan ditetapkan sebesar 358,03 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 27,74 juta rupiah per tahun.