Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data Garis Kemiskinan Makanan di Perkotaan Provinsi Jambi semester September 2025 sebesar 615.370 Rupiah per kapita per bulan. Sepanjang periode historis tercatat nilai indikator ini terus mengalami kenaikan setiap semester tanpa terjadi penurunan satu kali pun. Pada semester terbaru, terjadi kenaikan sebesar 42.384 Rupiah per kapita per bulan atau tumbuh 7,4% dibandingkan semester Maret 2025. Nilai pertumbuhan 7,4% ini merupakan kenaikan tertinggi yang tercatat selama 5 semester terakhir, jauh di atas rata-rata pertumbuhan 3 semester sebelumnya yang hanya sebesar 3,16%.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Kolaka | 2004 - 2025)
Sepanjang 5 periode semester terakhir, ranking Garis Kemiskinan Makanan Perkotaan Jambi di wilayah Pulau Sumatera tetap bertahan di posisi 2, sedangkan ranking nasional berada di urutan 9. Dibandingkan periode 5 semester lalu, posisi ranking Jambi di tingkat pulau tidak mengalami pergeseran, sementara ranking nasional turun satu peringkat dari urutan 8. Kenaikan tertinggi indikator ini di Jambi terjadi pada semester September 2025, sedangkan kenaikan terendah tercatat pada semester Maret 2025 dengan pertumbuhan hanya 0,53%.
Untuk periode semester terakhir September 2025, nilai Garis Kemiskinan Makanan Perkotaan Jambi berada di urutan keempat dari enam provinsi pembanding yang tercatat. Nilai Jambi lebih rendah dibandingkan Papua Barat Daya, Kalimantan Timur, DKI Jakarta, namun lebih tinggi dibandingkan Maluku, Kepulauan Riau dan Sumatera Barat. Pertumbuhan Jambi sebesar 7,4% juga menjadi yang tertinggi diantara seluruh provinsi pembanding, mengungguli pertumbuhan tertinggi kedua yaitu Maluku yang mencatat 7,13%.
Papua Barat Daya
Provinsi Papua Barat Daya menempati ranking teratas kelompok pembanding untuk nilai Garis Kemiskinan Makanan Perkotaan semester terakhir, dengan nilai tercatat 635.302 Rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 6,2% dibandingkan periode sebelumnya, dengan kenaikan nilai absolut sebesar 37.112 Rupiah. Secara ranking nasional provinsi ini berada di urutan 6, menjadikannya provinsi dengan garis kemiskinan makanan perkotaan tertinggi keenam di seluruh Indonesia pada semester September 2025.
Kalimantan Timur
Kalimantan Timur berada di urutan kedua kelompok pembanding dengan nilai Garis Kemiskinan Makanan Perkotaan sebesar 630.093 Rupiah per kapita per bulan. Pertumbuhan indikator di wilayah ini tercatat 3,01% untuk periode terakhir, menjadi pertumbuhan terendah diantara seluruh provinsi yang dibandingkan. Secara ranking nasional provinsi ini menempati urutan 7, hanya satu peringkat di bawah Papua Barat Daya dan satu peringkat di atas DKI Jakarta.
(Baca: Anggaran Lain-Lain PAD yang Sah di Bali | 2026)
DKI Jakarta
DKI Jakarta mencatat nilai Garis Kemiskinan Makanan Perkotaan sebesar 622.175 Rupiah per kapita per bulan pada semester terakhir, menempati urutan ketiga kelompok pembanding. Wilayah ini mengalami pertumbuhan sebesar 5,11% dengan kenaikan nilai absolut 30.242 Rupiah dibandingkan semester sebelumnya. Secara ranking nasional Ibu Kota negara ini berada di urutan 8, tepat satu peringkat di atas Provinsi Jambi.
Maluku
Maluku menempati urutan keempat kelompok pembanding dengan nilai Garis Kemiskinan Makanan Perkotaan sebesar 605.760 Rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini mencatat salah satu pertumbuhan tertinggi sebesar 7,13% untuk periode terakhir, dengan kenaikan nilai absolut mencapai 40.322 Rupiah. Secara ranking nasional provinsi ini berada di urutan 10, satu peringkat di bawah Provinsi Jambi.
Kep. Riau
Kepulauan Riau mencatat nilai Garis Kemiskinan Makanan Perkotaan sebesar 599.596 Rupiah per kapita per bulan pada semester September 2025, menempati urutan kelima kelompok pembanding. Wilayah ini mengalami pertumbuhan sebesar 5,54% dengan kenaikan nilai absolut 31.498 Rupiah dibandingkan periode sebelumnya. Secara ranking nasional provinsi ini berada di urutan 11, dua peringkat di bawah posisi Provinsi Jambi.
Sumatera Barat
Sumatera Barat menjadi provinsi dengan nilai Garis Kemiskinan Makanan Perkotaan terendah di kelompok pembanding dengan nilai tercatat 598.813 Rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 7,01% untuk periode terakhir, dengan kenaikan nilai absolut mencapai 39.246 Rupiah. Secara ranking nasional provinsi ini menempati urutan 12, tiga peringkat di bawah posisi Provinsi Jambi pada periode yang sama.