Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Tapanuli Utara pada Desember 2025, berkurang 0,12% menjadi 1,1% dibandingkan dengan Desember 2024. Dalam delapan semester terakhir, tingkat pengangguran terbuka (TPT) mengalami tren penurunan melanjutkan tren semester sebelumnya yang juga sedang dalam masa penurunan.
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit Kab. Belitung Timur | 2024)
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
(Baca: Jumlah Penduduk Bekerja di Kabupaten Pelalawan 207,88 Ribu dan Angka Pengangguran 2,42%)
Sejak Desember 2018, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Tapanuli Utara menunjukkan tren pengurangan dari sisi jumlah dan enam semester setelah pandemi Covid-19 sejak 2020 lalu, juga diikuti dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun di Kabupaten Tapanuli Utara.
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 503 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2025 yakni 4,2%.
Pengurangan data tingkat pengangguran terbuka (TPT) tahun ini bisa tergambar dari kondisi jumlah angkatan kerja dan jumlah penduduk yang bekerja. Jumlah angkatan kerja di Kabupaten Tapanuli Utara dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Secara historis, tahun 2023 tercatat 187,31 ribu pekerja, pada 2024 kemudian meningkat menjadi 196,49 ribu pekerja dan untuk 2025 tercatat sebanyak 198,98 ribu pekerja.
Sedangkan untuk jumlah penduduk yang bekerja, Jumlah pekerja di Kabupaten Tapanuli Utara mengalami trend kenaikan dalam 16 tahun terakhir dan berlanjut pasca covid. Dalam enam tahun terakhir, jumlah pekerja juga ikut tren naik. Tercatat pada tahun 2023 jumlah pekerja sebanyak 185,38 ribu pekerja dan di tahun 2025 naik menjadi 196,81 ribu pekerja.
Turunnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Tapanuli Utara tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini yang juga terus meningkat di tahun 2024. Perekonomian di wilayah ini pada 2024 lalu tercatat 4,77 persen. Sebelumnya pada 2023 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 4,75 persen.
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terbesar di provinsi Sumatera Utara pada 2025 yakni :
- Kota Medan 7,99%
- Kota Pematang Siantar 7,74%
- Kabupaten Deli Serdang 7,69%
- Kabupaten Tapanuli Tengah 7,21%
- Kabupaten Mandailing Natal 7,18%
- Kota Padang Sidimpuan 7%
- Kota Sibolga 6,44%
- Kota Tebing Tinggi 6,01%
- Kabupaten Langkat 5,85%
- Kabupaten Labuhan Batu 5,53%
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terkecil pada 2025 yakni :
- Kabupaten Humbang Hasundutan 0,72%
- Kabupaten Samosir 0,87%
- Kabupaten Pakpak Bharat 0,91%
- Kabupaten Nias Barat 0,97%
- Kabupaten Toba Samosir 1,01%
- Kabupaten Tapanuli Utara 1,1%
- Kabupaten Dairi 1,21%
- Kabupaten Karo 1,94%
- Kabupaten Nias 2,08%
- Kabupaten Nias Utara 2,41%