Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) kawasan perdesaan Provinsi Papua Barat periode semester September 2025 sebesar 3,86 persen. Pada semester terakhir ini indeks mengalami penurunan sebesar 1,52 poin dibandingkan semester Maret 2025, dengan laju penurunan mencapai 28,25 persen. Dalam 18 tahun data sejak 2007, indeks ini menunjukkan tren turun konsisten, dengan total penurunan mencapai 76,72 persen dari nilai awal 16,58 persen pada tahun 2007.
(Baca: )
Rata-rata penurunan indeks dalam 3 semester terakhir mencapai 12,03 persen per periode, laju penurunan ini lebih baik dibandingkan rata-rata penurunan 5 semester terakhir yang tercatat 13,89 persen. Nilai indeks semester September 2025 juga tercatat sebagai titik terendah sepanjang sejarah pencatatan data ini untuk Papua Barat. Sebaliknya, nilai tertinggi indeks pernah tercatat pada semester September 2007. Selama 32 periode pencatatan, indeks mengalami penurunan pada 17 periode dan kenaikan pada 14 periode, tanpa ada periode stagnan.
Untuk peringkat regional, pada semester September 2025 Papua Barat berada di peringkat 6 dari seluruh provinsi di Pulau Papua, serta menempati peringkat 8 secara nasional. Posisi ini mengalami penurunan peringkat secara signifikan dibandingkan 5 semester lalu yang sempat berada di peringkat 1 regional Papua. Nilai indeks 3,86 persen Papua Barat saat ini juga sudah berada 59 persen di bawah rata-rata historis indeks yang tercatat sebesar 9,35 persen untuk wilayah ini.
Sepanjang sejarah pencatatan, kenaikan indeks tertinggi terjadi pada semester Maret 2016 dengan kenaikan 3,17 poin atau 39,53 persen dibandingkan periode sebelumnya. Sementara penurunan terbesar tercatat pada semester September 2025 ini, melampaui penurunan terdahulu yang pernah terjadi pada semester September 2022 sebesar 2,2 poin. Tidak ditemukan anomali fluktuasi diluar pola, seluruh pergerakan nilai masih berada dalam rentang deviasi standar 2,44 poin.
Papua Barat Daya
Papua Barat Daya mencatatkan nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan Perdesaan semester terakhir sebesar 5,78 persen, menempati peringkat 5 di wilayah Pulau Papua dan peringkat 5 secara nasional. Wilayah ini mengalami penurunan indeks sebesar 2,92 poin dibandingkan periode sebelumnya, dengan laju penurunan mencapai 33,56 persen. Penurunan ini merupakan penurunan terbesar dibandingkan seluruh provinsi pembanding pada periode yang sama, menjadikan Papua Barat Daya sebagai satu-satunya wilayah di pulau Papua yang mencatatkan penurunan indeks di atas 30 persen dalam satu semester.
Maluku
Provinsi Maluku tercatat memiliki nilai indeks sebesar 5,26 persen pada semester terbaru, menempati posisi peringkat pertama wilayah Pulau Maluku dan peringkat 6 secara nasional. Wilayah ini mengalami kenaikan indeks sedikit sebesar 0,38 poin dibandingkan semester sebelumnya, dengan laju pertumbuhan sebesar 7,79 persen. Nilai ini menempatkan Maluku sebagai provinsi dengan peringkat terbaik kedua setelah Papua Barat Daya di wilayah timur Indonesia untuk indikator kedalaman kemiskinan perdesaan periode ini.
(Baca: Statistik Tenaga Kependidikan SMP Negeri Sm Periode 2017-2024)
Gorontalo
Gorontalo mencatatkan nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan Perdesaan 4,05 persen pada semester terakhir, menempati peringkat pertama wilayah Pulau Sulawesi dan peringkat 7 secara nasional. Wilayah ini mengalami kenaikan indeks sebesar 0,79 poin dibandingkan periode sebelumnya, dengan laju pertumbuhan mencapai 24,23 persen. Kenaikan ini merupakan kenaikan tertinggi dibandingkan seluruh provinsi pada periode pencatatan yang sama, meskipun secara nilai absolut indeks Gorontalo masih termasuk kategori rendah dibandingkan wilayah timur lainnya.
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Timur memiliki nilai indeks semester terbaru sebesar 3,70 persen, menempati peringkat pertama wilayah Nusa Tenggara dan Bali serta peringkat 9 secara nasional. Wilayah ini mengalami penurunan indeks sedikit sebesar 0,43 poin dibandingkan semester sebelumnya, dengan laju penurunan mencapai 10,41 persen. Nilai indeks ini menjadikan Nusa Tenggara Timur sebagai satu-satunya provinsi di luar pulau Papua yang memiliki nilai indeks kedalaman kemiskinan perdesaan lebih rendah dibandingkan Papua Barat pada periode September 2025.
Aceh
Aceh mencatatkan nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan Perdesaan 2,53 persen pada semester terakhir, menempati peringkat pertama wilayah Pulau Sumatera dan peringkat 10 secara nasional. Wilayah ini mengalami kenaikan indeks sedikit sebesar 0,33 poin dibandingkan periode sebelumnya, dengan laju pertumbuhan sebesar 15 persen. Secara nilai absolut, Aceh memiliki indeks kedalaman kemiskinan perdesaan terendah kedua dari seluruh provinsi pembanding, hanya berada di atas Sulawesi Tenggara pada periode ini.
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tenggara tercatat memiliki nilai indeks semester terbaru sebesar 2,15 persen, menempati peringkat kedua wilayah Pulau Sulawesi dan peringkat 11 secara nasional. Wilayah ini mengalami penurunan indeks sedikit sebesar 0,13 poin dibandingkan semester sebelumnya, dengan laju penurunan mencapai 5,7 persen. Nilai ini menjadikan Sulawesi Tenggara sebagai provinsi dengan indeks kedalaman kemiskinan perdesaan terendah dari seluruh daftar provinsi pembanding pada periode September 2025.