Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Kutai Barat mencapai 295303 Rupiah pada tahun 2024. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 22,7 persen dibandingkan tahun 2023, dengan selisih penambahan sebesar 54538,8 Rupiah per orang setiap bulannya. Pencapaian tahun 2024 ini merupakan nilai pengeluaran tertinggi yang tercatat sepanjang periode data 2018 hingga 2024 untuk wilayah ini.
(Baca: Harga Emas Hari Ini Turun ke Rp2.713.000 per Gram, Cek Rinciannya Rabu, 10 Juni 2026)
Sepanjang tujuh tahun periode pencatatan, pengeluaran untuk kategori ini menunjukkan pergerakan naik turun yang jelas. Pada tahun 2018 tercatat sebesar 137478 Rupiah, kemudian naik berturut-turut hingga tahun 2020 mencapai 232091 Rupiah. Terjadi penurunan sebesar 20,9 persen pada tahun 2021, sebelum kembali naik secara bertahap hingga mencapai nilai tertinggi pada tahun 2024.
Nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2024 menyumbang sekitar 16,4 persen dari total pengeluaran per kapita sebulan masyarakat Kabupaten Kutai Barat secara keseluruhan. Jika dibandingkan dengan kategori pengeluaran lain, nilai ini lebih besar dari pengeluaran untuk kecantikan dan perawatan pribadi, namun masih berada di bawah pengeluaran untuk rokok dan tembakau serta pengeluaran sabun mandi bulanan masyarakat.
Berdasarkan perbandingan se-Provinsi Kalimantan Timur, Kabupaten Kutai Barat menempati urutan kelima untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2024. Urutan di atasnya secara berturut-turut adalah Kota Balikpapan, Kota Samarinda, Kota Bontang dan Kabupaten Berau. Tingkat pertumbuhan 22,7 persen yang dicapai Kabupaten Kutai Barat merupakan pertumbuhan tertinggi di antara seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut pada tahun yang sama.
Kota Balikpapan
Kota Balikpapan menempati peringkat pertama se-Provinsi Kalimantan Timur untuk pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2024 dengan nilai 397509 Rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 12,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total pengeluaran keseluruhan masyarakat mencapai 2460917 Rupiah per orang setiap bulannya. Untuk kategori pengeluaran bukan makanan, Kota Balikpapan juga masih menempati urutan pertama seluruh wilayah di provinsi ini.
(Baca: Harga Aluminium Turun Menjadi US$3.481 per Ton per Rabu, 10 Juni 2026)
Kota Samarinda
Pada posisi kedua terdapat Kota Samarinda dengan nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi sebesar 369791 Rupiah per kapita per bulan tahun 2024. Wilayah ini mengalami kenaikan sebesar 5,4 persen dibandingkan tahun 2023, dengan pertumbuhan pengeluaran bukan makanan mencapai 10,1 persen. Total pengeluaran keseluruhan masyarakat Kota Samarinda tercatat sebesar 2258437 Rupiah per orang setiap bulan, tetap mempertahankan posisi kedua secara umum se-provinsi.
Kabupaten Berau
Kabupaten Berau menempati urutan keempat se-provinsi untuk kategori makanan dan minuman jadi dengan nilai 301887 Rupiah per kapita per bulan tahun 2024. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, namun mengalami penurunan untuk total pengeluaran keseluruhan masyarakat sebesar 14,1 persen. Meskipun demikian, Kabupaten Berau tetap berada di atas Kabupaten Kutai Barat untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi.
Kabupaten Kutai Timur
Berada tepat di bawah Kabupaten Kutai Barat pada urutan keenam se-provinsi, Kabupaten Kutai Timur mencatatkan nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi sebesar 286116 Rupiah per kapita per bulan tahun 2024. Wilayah ini menjadi salah satu dari sedikit wilayah yang mengalami penurunan untuk kategori ini, yaitu sebesar 1,1 persen dibandingkan tahun 2023. Namun untuk kategori pengeluaran bukan makanan, Kabupaten Kutai Timur justru mencatatkan pertumbuhan 23,8 persen dan menempati urutan keempat se-provinsi.