PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 April 2026. WBSA menjadi emiten pertama yang melantai di BEI pada tahun ini.
Perusahaan yang bergerak di sektor logistik tersebut melepas 1,8 miliar lembar saham dengan harga penawaran Rp168 per saham.
Pada debut perdagangannya, saham WBSA ditutup melonjak 34,52% ke level Rp226. Kenaikan tersebut membuat saham WBSA menyentuh batas auto reject atas (ARA) pada penutupan perdagangan harian.
Sejak melantai di bursa, harga saham WBSA terus mengalami ARA beruntun hingga akhirnya terkena suspensi pertama pada 20 April 2026.
Selanjutnya, Bursa Efek Indonesia kembali menghentikan sementara perdagangan saham WBSA pada 24 April-5 Mei 2026 akibat kenaikan harga yang dinilai tidak wajar.
BEI kemudian resmi membuka kembali suspensi saham WBSA pada sesi I perdagangan Selasa (5/5/2026).
Setelah suspensi dicabut, harga saham WBSA sempat melonjak hingga menyentuh level Rp1.605 atau melesat 855,35% dibandingkan harga pada perdagangan perdananya.
Meski demikian, BEI tetap menempatkan saham WBSA ke papan pemantauan khusus atau Full Call Auction (FCA) usai suspensi perdagangan dibuka kembali.
Hingga sesi I perdagangan Jumat (8/5/2026), harga saham WBSA terkoreksi 9,69% menjadi Rp1.305 per lembar saham.
(Baca: 12 Perusahaan Antre IPO di BEI Awal 2026, Ini Sektornya)