IHSG Anjlok 1,98%, Sentuh Level 6.700-an (Rabu, 13 Mei 2026)

1
Nabilah Muhamad 13/05/2026 18:20 WIB
Image Loader
Memuat...
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 13 Mei 2025-13 Mei 2026
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,98% ke level 6.723,32 pada penutupan perdagangan Rabu (13/5/2026).

Pelemahan ini terjadi setelah lembaga penyedia indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI), mengeluarkan 18 saham Indonesia dari indeks globalnya.

Hasil rebalancing terbaru, MSCI mencoret enam saham Indonesia dari MSCI Global Standard Indexes, termasuk dua emiten yang masuk kategori high shareholding concentration (HSC) atau saham dengan tingkat kepemilikan yang sangat terkonsentrasi.

Selain itu, MSCI juga mencoret 13 saham domestik dari MSCI Small Cap Indexes.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor saham terkoreksi hari ini.

Sektor barang baku turun paling dalam hingga 4,43%, diikuti sektor infrastruktur dan sektor energi yang masing-masing jatuh 2,72% dan 1,61%.

Sementara dua sektor lainnya menguat, yakni sektor transportasi dan sektor industri yang masing-masing naik 4,89% dan 1,26%.

Menurut data RTI Business, frekuensi perdagangan saham dalam negeri hari ini 2,29 juta kali transaksi, total saham berpindah tangan 38,94 miliar lembar, dan nilai transaksi mencapai Rp19,79 triliun.

Sebanyak 416 saham ditutup turun hari ini, lalu 239 saham naik, dan 163 saham stagnan.

Emiten top loser hari ini adalah TPIA yang anjlok 14,85%, diikuti SHIP dan SGRO yang masing-masing terkoreksi 14,84% dan 14,67%.

Di sisi lain, emiten berkode KOPI menjadi top gainer setelah menguat 24,56%, diikuti ELPI yang naik 22,70% dan KONI yang menguat 18,12%.

Berbeda dengan IHSG, seluruh bursa kawasan Asia sore ini menghijau. Indeks Nikkei naik 0,84% ke 63.272,11; indeks Hang Seng naik 0,15% ke 26.388,44; indeks Shanghai naik 0,67% ke 4.242,57; dan indeks Strait Times naik 1,17% ke 5.003,96.

(Baca: IHSG Kembali Melemah, Kini di Level 6.800-an (Selasa, 12 Mei 2026))

Data Stories Terkini

Data Populer

Loading...