Induk pengelola jaringan bioskop Cinema XXI, PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA), membukukan laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk perusahaan sebesar Rp704,75 miliar pada 2025.
Laba bersih ini menyusut 3,31% dari tahun sebelumnya (year-on-year/yoy) yang mencapai Rp704,75 miliar.
Meskipun begitu, pendapatan CNMA tumbuh 2,60% (yoy) menjadi Rp5,86 triliun pada 2025.
Berdasarkan segmennya, penjualan tiket menjadi penopang utama pendapatan CNMA, yakni sebesar Rp3,56 triliun. Namun, segmen ini turun 0,58% (yoy).
Lalu, pendapatan dari segmen makanan dan minuman naik 3,35% (yoy) menjadi Rp1,99 triliun; digital platform tumbuh 34,13% (yoy) menjadi Rp143,91 miliar; iklan melesat 30,86% (yoy) menjadi Rp122,88 miliar; serta acara dan pendapatan lainnya susut 7,67% (yoy) menjadi Rp31,21 miliar.
Sampai akhir 2025, CNMA memiliki aset senilai Rp6,76 triliun. Nilainya turun 3,04% dari 2024 yang sebesar Rp7 triliun.
Sepanjang 2025 Cinema XXI telah meresmikan 12 bioskop baru dan menambah 43 layar. Maka, total bioskop yang dioperasikan mencapai 267 bioskop dengan 1.388 layar yang tersebar 65 kota dan 30 kabupaten di seluruh Indonesia.
"Ekspansi jaringan yang kami lakukan sepanjang tahun 2025 merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas akses hiburan berkualitas di berbagai wilayah Indonesia," kata Direktur Utama Cinema XXI Suryo Suherman dalam pers rilisnya, Jumat (6/3/2026).
(Baca: Laba Garudafood (GOOD) Tumbuh 10% pada 2025)