Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Batang Jawa Tengah semester 2025 sebesar 7,79 persen. Angka ini turun 10,77 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan jumlah penduduk miskin tercatat 61.750 jiwa, berkurang 7.100 jiwa dari periode 2024.
(Baca: Statistik Persentase Penduduk Miskin di Kabupaten Gorontalo 2016-2025)
Sepanjang periode 2004 hingga 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai titik tertinggi 20,79 persen pada tahun 2007, dan mencatatkan nilai terendah sepanjang sejarah pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan angka kemiskinan terbesar naik terjadi tahun 2006 sebesar 10,14 persen, sedangkan penurunan terbesar terjadi tahun ini.
Secara peringkat nasional, Kabupaten Batang berada di urutan 295 dari total 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia untuk kategori persentase kemiskinan. Selama 21 tahun pencatatan, peringkat wilayah ini terus bergeser, sempat berada di urutan 172 pada awal pencatatan tahun 2004.
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir Kabupaten Batang tercatat 8,48 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir mencapai 8,71 persen. Angka tahun 2025 ini menunjukkan penurunan yang signifikan dibandingkan kedua rata-rata periode tersebut.
Kabupaten Kendal
Berada di peringkat 273 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 8,40 persen dengan penurunan 10,16 persen dibanding tahun lalu. Jumlah penduduk miskin tercatat 83.730 jiwa, garis kemiskinan sebesar 521,06 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita mencapai 60,00 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan penurunan kemiskinan wilayah ini sedikit lebih lambat dibandingkan Kabupaten Batang.
Kabupaten Pati
Peringkat 280 nasional dengan persentase kemiskinan 8,24 persen, mengalami penurunan sebesar 10,14 persen pada periode terakhir. Terdapat 105.270 jiwa penduduk miskin di wilayah ini, garis kemiskinan ditetapkan 598,60 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 46,04 juta rupiah per tahun. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini merupakan yang tertinggi diantara seluruh kabupaten pada kelompok perbandingan ini.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Banyuwangi | 2004 - 2025)
Kabupaten Pekalongan
Menduduki peringkat 285 nasional, angka persentase kemiskinan tercatat 8,05 persen dengan penurunan 10,06 persen tahun ini. Jumlah penduduk miskin sebanyak 73.800 jiwa, garis kemiskinan sebesar 538,37 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat wilayah ini merupakan yang terendah di kelompok ini, yaitu sebesar 31,72 juta rupiah per tahun.
Kota Surakarta
Peringkat 298 nasional untuk angka kemiskinan, tercatat sebesar 7,69 persen dengan penurunan hanya 7,46 persen pada periode terakhir. Hanya terdapat 40.080 jiwa penduduk miskin, dengan garis kemiskinan 678,31 ribu rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini memiliki pendapatan per kapita tertinggi pada kelompok ini yaitu mencapai 130,01 juta rupiah per tahun.
Kota Tegal
Berada di urutan 312 nasional, persentase kemiskinan tercatat 7,28 persen dengan penurunan terkecil di kelompok ini yaitu hanya 4,71 persen. Jumlah penduduk miskin hanya 18.270 jiwa, garis kemiskinan ditetapkan 702,11 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 77,03 juta rupiah per tahun, menjadi urutan kedua tertinggi pada kelompok perbandingan ini.
Kabupaten Temanggung
Menduduki peringkat 296 nasional, sangat berdekatan dengan peringkat Kabupaten Batang, dengan angka kemiskinan 7,78 persen. Wilayah ini mengalami penurunan kemiskinan sebesar 10,27 persen, sedikit lebih cepat dibandingkan Kabupaten Batang. Garis kemiskinan tercatat 443,08 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 38,00 juta rupiah per tahun.