Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Banyuwangi semester 2025 sebesar 6,13 persen. Angka ini turun 0,41 persen dari tahun sebelumnya yang tercatat 6,54 persen, dengan penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 6.480 jiwa menjadi total 100.130 jiwa. Secara nasional, kabupaten ini berada di peringkat 374 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
(Baca: 10 Provinsi dengan Harga Daging Sapi Kualitas 1 Paling Mahal (Senin, 8 Juni 2026))
Selama periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai nilai tertinggi pada tahun 2006 sebesar 16,64 persen, dan tercatat nilai terendah pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006 sebesar 6,8 persen, sedangkan penurunan terbesar tercatat pada tahun 2024 sebesar 10,9 persen. Peringkat nasional wilayah ini terus bergeser sejak 20 tahun terakhir.
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir wilayah ini sebesar 6,67 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata 5 tahun terakhir yang mencapai 7,12 persen. Hal ini menunjukkan penurunan angka kemiskinan berjalan konsisten dalam kurun waktu dekat. Secara peringkat pulau Jawa, wilayah ini menempati urutan 89 untuk indikator persentase kemiskinan.
Kabupaten Blitar
Berada di peringkat 303 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 7,57 persen dengan penurunan sebesar 7,23 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 89.040 jiwa, garis kemiskinan berada di angka 417,16 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita tahunan mencapai 40,20 juta rupiah. Pertumbuhan pendapatan per kapita berjalan sebesar 6,32 persen.
Kota Blitar
Peringkat 347 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 6,60 persen dengan penurunan sedikit sebesar 2,22 persen pada periode laporan. Jumlah penduduk miskin berada di angka 9.690 jiwa, garis kemiskinan mencapai 625,34 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita tahunan wilayah ini tercatat 63,15 juta rupiah, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 6,44 persen.
(Baca: Jumlah Pekerja di Sektor Jasa Perusahaan Kategori Lapangan Pekerjaan Utama di di Riau | 2025)
Kota Kediri
Menduduki peringkat 380 seluruh Indonesia, persentase kemiskinan wilayah ini sebesar 6,04 persen atau sedikit lebih rendah dibandingkan Banyuwangi. Penurunan angka kemiskinan berjalan sebesar 7,22 persen pada tahun terakhir. Garis kemiskinan tercatat 648,51 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita tahunan mencapai 581,56 juta rupiah yang menjadikannya peringkat 5 nasional untuk indikator ini.
Kota Pasuruan
Peringkat 368 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 6,18 persen dengan penurunan sebesar 2,22 persen tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin berada di angka 12.830 jiwa, garis kemiskinan tercatat 588,31 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita tahunan wilayah ini mencapai 54,01 juta rupiah dengan pertumbuhan tahunan sebesar 5,71 persen.
Kota Probolinggo
Berada di peringkat 401 nasional, persentase kemiskinan wilayah ini sebesar 5,69 persen dengan penurunan sebesar 7,93 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 14.110 jiwa, garis kemiskinan mencapai 683,24 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita tahunan wilayah ini tercatat 65,48 juta rupiah dengan pertumbuhan tahunan sebesar 6,28 persen.
Kabupaten Tulungagung
Menduduki peringkat 386 seluruh Indonesia, persentase kemiskinan tercatat 5,96 persen dengan penurunan sebesar 5,10 persen tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin berada di angka 63.170 jiwa, garis kemiskinan tercatat 463,36 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita tahunan wilayah ini mencapai 49,49 juta rupiah dengan pertumbuhan tahunan sebesar 7,56 persen.