Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin Kabupaten Belu tahun 2025 sebesar 12,79 persen. Angka ini turun 1,07 persen dari tahun sebelumnya yang tercatat 13,86 persen, dengan penurunan pertumbuhan sebesar 7,72 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini tercatat 30.400 jiwa, sementara total penduduk mencapai 237.715 jiwa.
(Baca: Rata-Rata Anggaran Penduduk Kabupaten Rejang Lebong untuk Membeli Ikan Diawetkan Lainnya Rp151 per Kapita per Minggu)
Selama periode pencatatan 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan Kabupaten Belu tercatat tertinggi pada tahun 2005 sebesar 20,74 persen. Angka terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2015 sebesar 18,05 persen, sedangkan pertumbuhan terendah tercatat pada tahun 2009 turun 11,27 persen.
Ranking persentase kemiskinan Kabupaten Belu secara nasional saat ini berada di urutan 128 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Selama 21 tahun pencatatan, ranking wilayah ini pernah berada di posisi 193 pada tahun 2010, dan posisi terbaik pada tahun 2019 di urutan 113 seluruh Indonesia.
Dibandingkan kabupaten lain dengan nilai persentase kemiskinan berdekatan di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Belu mencatatkan penurunan persentase kemiskinan paling besar pada tahun terakhir. Enam kabupaten pembanding secara rata-rata hanya mencatatkan penurunan persentase kemiskinan antara 0,98 persen sampai 5,48 persen.
Kabupaten Manggarai Barat
Berada di urutan 73 seluruh Indonesia untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 16,09 persen dengan penurunan sebesar 3,88 persen pada tahun terakhir. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 17,76 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar 477,23 ribu rupiah per kapita per bulan. Jumlah penduduk miskin mencapai 49.550 jiwa dari total 308.035 jiwa penduduk, dengan pertumbuhan jumlah penduduk sebesar 5,97 persen.
Kabupaten Manggarai
Ranking persentase kemiskinan berada di urutan 58 seluruh Indonesia, dengan angka kemiskinan tercatat 18,10 persen dan penurunan sebesar 4,79 persen tahun terakhir. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 18,76 juta rupiah per tahun, sedangkan garis kemiskinan tercatat 472,89 ribu rupiah per kapita per bulan. Terdapat 65.810 jiwa penduduk miskin dari total 363.515 jiwa penduduk di wilayah ini.
(Baca: 0,0009% Penduduk di Kabupaten Ogan Komering Ilir Beraliran Kepercayaan)
Kabupaten Nagekeo
Memiliki ranking persentase kemiskinan 143 seluruh Indonesia, wilayah ini mencatatkan angka kemiskinan 12,18 persen dengan penurunan sangat sedikit yaitu 0,98 persen pada tahun terakhir. Pendapatan per kapita tercatat 17,88 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar 516,14 ribu rupiah per kapita per bulan. Jumlah penduduk miskin sebanyak 18.630 jiwa dari total 152.940 jiwa penduduk.
Kabupaten Ngada
Berada di urutan 164 seluruh Indonesia untuk indikator persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 11,22 persen dengan penurunan sebesar 5,48 persen tahun lalu. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 27,07 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar 510,27 ribu rupiah per kapita per bulan. Jumlah penduduk miskin tercatat 19.530 jiwa dari total 174.077 jiwa penduduk.
Kabupaten Malaka
Ranking persentase kemiskinan berada di urutan 109 seluruh Indonesia, dengan angka kemiskinan tercatat 13,52 persen dan penurunan 2,87 persen pada tahun terakhir. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 20,66 juta rupiah per tahun, sedangkan garis kemiskinan tercatat 494,02 ribu rupiah per kapita per bulan. Jumlah penduduk miskin sebanyak 28.050 jiwa dari total 207.393 jiwa penduduk.
Kabupaten Sikka
Memiliki ranking persentase kemiskinan 162 seluruh Indonesia, wilayah ini mencatatkan angka kemiskinan 11,25 persen dengan penurunan sebesar 5,38 persen pada tahun terakhir. Pendapatan per kapita tercatat 21,14 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar 447,47 ribu rupiah per kapita per bulan. Jumlah penduduk miskin mencapai 36.740 jiwa dari total 326.571 jiwa penduduk di wilayah ini.