Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah semester 2025. Persentase penduduk miskin tercatat 8,05 persen, turun sebesar 0,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin kini 73.800 jiwa, berkurang 7.920 jiwa dari periode 2024 dengan penurunan persentase mencapai 10,06 persen.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Magelang | 2004 - 2025)
Data historis 2004-2025 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada 2006 di angka 22,8 persen, sedangkan nilai terendah tercatat pada tahun berjalan 2025. Sepanjang periode tersebut, penurunan paling dalam terjadi pada 2018 sebesar 20,22 persen, sedangkan kenaikan tertinggi tercatat pada 2006 sebesar 11,38 persen.
Ranking persentase kemiskinan Kabupaten Pekalongan secara nasional tahun 2025 berada di urutan 285 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Posisi ini bergeser turun 13 peringkat dibandingkan tahun 2024 yang berada di urutan 272. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir berada di angka 8,89 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir mencapai 9,38 persen.
Kabupaten Batang
Berada di peringkat 295 secara nasional, wilayah ini mencatatkan persentase kemiskinan 7,79 persen dengan penurunan sebesar 10,77 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin tercatat 61.750 jiwa, garis kemiskinan berada di angka 436,94 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 39,39 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 8,53 persen.
Kabupaten Karanganyar
Peringkat 268 nasional menjadi posisi wilayah ini untuk indikator persentase kemiskinan yang tercatat 8,48 persen. Penurunan angka kemiskinan mencapai 11,57 persen periode terakhir, menjadi salah satu penurunan terbesar diantara kelompok kabupaten perbandingan. Garis kemiskinan berada pada 523,41 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 56,88 juta rupiah per tahun.
(Baca: Persentase Penduduk yang Memiliki Jaminan Kesehatan Perusahaan/Perkantoran di Periode 2015-2024)
Kabupaten Kendal
Pada peringkat 273 seluruh Indonesia, persentase kemiskinan tercatat 8,40 persen dengan penurunan sebesar 10,16 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin mencapai 83.730 jiwa, nilai ini lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Pekalongan. Garis kemiskinan berada di angka 521,06 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 60,00 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Pati
Menempati peringkat 280 secara nasional, wilayah ini memiliki persentase kemiskinan 8,24 persen dengan penurunan 10,14 persen periode lalu. Jumlah penduduk miskin mencapai 105.270 jiwa, menjadi jumlah tertinggi diantara seluruh kabupaten dalam kelompok perbandingan. Garis kemiskinan tercatat 598,60 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 46,04 juta rupiah per tahun.
Kota Surakarta
Berada di peringkat 298 seluruh Indonesia, persentase kemiskinan tercatat 7,69 persen dengan penurunan sebesar 7,46 persen. Nilai penurunan ini adalah yang terkecil diantara seluruh wilayah dalam kelompok perbandingan. Garis kemiskinan mencapai 678,32 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 130,02 juta rupiah per tahun menjadi nilai tertinggi.
Kabupaten Temanggung
Peringkat 296 nasional menjadi posisi wilayah ini dengan persentase kemiskinan tercatat 7,78 persen. Penurunan angka kemiskinan mencapai 10,27 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Garis kemiskinan berada pada 443,09 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 38,00 juta rupiah per tahun, menjadi nilai terendah di kelompok perbandingan.