- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah sekolah SMA di Provinsi Sumatera Selatan pada tahun 2024 mencapai 620 unit, mengalami penambahan 7 unit dibandingkan tahun 2023 yang sebesar 613 unit. Berdasarkan data historis dari 2018 hingga 2024, jumlah sekolah SMA di provinsi ini menunjukkan tren peningkatan yang stabil, dimulai dari 588 unit pada 2018. Secara nasional, Sumatera Selatan tetap berada di peringkat ke-5 untuk jumlah sekolah SMA selama tujuh tahun berturut-turut.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Sabun Mandi Kab. Barito Timur | 2024)
Dari total 620 sekolah SMA tahun 2024, 330 di antaranya adalah SMA Negeri yang jumlahnya sama dengan tahun 2023 (tanpa pertumbuhan), sedangkan SMA Swasta sebanyak 290 unit yang mengalami kenaikan 7 unit dari tahun sebelumnya (pertumbuhan 2,5%). Secara persentase, SMA Negeri mendominasi dengan 53,2% dari total sekolah, sementara SMA Swasta menyumbang 46,8%.
Jumlah penduduk usia sekolah SMA (16-18 tahun) di Sumatera Selatan pada tahun 2023 (data terbaru yang tersedia) mencapai 448.649 orang, meningkat secara bertahap dari 430.600 orang pada tahun 2018. Secara nasional, provinsi ini konsisten berada di peringkat ke-7 untuk jumlah penduduk usia sekolah SMA selama periode 2018 hingga 2023, menunjukkan bahwa akses sekolah SMA perlu tetap diperluas untuk menyesuaikan dengan jumlah anak usia sekolah.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Bone Bolango Menurut Sektor pada 2024)
Data pendukung BPS menunjukkan jumlah guru SMA di Sumatera Selatan tahun 2024 sebanyak 15.475 orang, mengalami pertumbuhan 0,1% dibandingkan tahun 2023 (15.456 orang). Jumlah kepala sekolah dan guru SMA Negeri tahun 2024 sebesar 12.140 orang, mengalami penurunan 0,3% dari tahun sebelumnya, sedangkan yang bekerja di SMA Swasta sebanyak 3.335 orang dengan pertumbuhan 1,8%.
Angka Partisipasi Murni (APM) SMA di Sumatera Selatan tahun 2024 mencapai 62%, naik 2,4% dari tahun 2023 (61%). Jumlah siswa SMA juga meningkat menjadi 224.907 orang pada 2024 (pertumbuhan 2,2%), dengan siswa SMA Swasta yang tumbuh lebih cepat (5,1%) dibandingkan SMA Negeri (1,4%), yang sejalan dengan tren peningkatan jumlah sekolah SMA Swasta di provinsi ini.