Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Tana Toraja pada tahun 2024 sebesar 125.684 rupiah per kapita per bulan. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 5,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, di mana pengeluaran pada tahun 2023 sebesar 133.453 rupiah per kapita per bulan. Selisih pengeluaran antara kedua tahun tersebut turun 7.768,7 rupiah per kapita per bulan.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Batang Hari Periode 2004 - 2024)
Berdasarkan data historis periode 2018 hingga 2024, pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Tana Toraja mengalami fluktuasi yang cukup jelas. Tahun 2018, pengeluaran masih berada di level 108.580 rupiah per kapita per bulan, kemudian naik secara bertahap hingga tahun 2021 yang menjadi titik pengeluaran tertinggi sebesar 163.708 rupiah per kapita per bulan dengan pertumbuhan sebesar 28,3 persen dibandingkan tahun 2020. Setelah itu, terjadi penurunan yang cukup signifikan pada tahun 2022 sebesar 19,9 persen, sebelum naik sedikit pada tahun 2023 dan kembali turun pada tahun 2024.
Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024), pengeluaran aneka barang dan jasa di Kabupaten Tana Toraja sebesar 130.080 rupiah per kapita per bulan. Angka ini lebih rendah dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir (2019-2023) yang sebesar 135.291 rupiah per kapita per bulan, menunjukkan bahwa pertumbuhan pengeluaran dalam tiga tahun terakhir lebih buruk dibandingkan periode lima tahun sebelumnya.
Dalam perbandingan dengan kabupaten/kota lain di Provinsi Sulawesi Selatan, Kabupaten Tana Toraja menempati peringkat ke-24 pada tahun 2024 untuk pengeluaran aneka barang dan jasa. Peringkat ini sama seperti tahun sebelumnya, tanpa ada perubahan posisi. Di antara lima kabupaten/kota teratas di provinsi, Kota Makassar masih menduduki peringkat pertama dengan pengeluaran sebesar 467.807 rupiah per kapita per bulan (penurunan 2,9 persen dari tahun sebelumnya), diikuti oleh Kabupaten Luwu Timur (322.614 rupiah, naik 56,9 persen), Kota Palopo (312.044 rupiah, naik 41,9 persen), Kabupaten Enrekang (253.876 rupiah, naik 45 persen), dan Kota Parepare (241.706 rupiah, penurunan 15,5 persen).
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Papua Tengah 2018 - 2024)
Data pendukung menunjukkan bahwa komponen pengeluaran aneka barang dan jasa yang paling besar di Kabupaten Tana Toraja adalah untuk rokok dan tembakau sebesar 105.670 rupiah per kapita per bulan, diikuti oleh makanan jadi sebesar 101.843 rupiah per kapita per bulan. Sementara itu, pengeluaran untuk kecantikan merupakan komponen terkecil sebesar 11.583 rupiah per kapita per bulan.
Kota Makassar
Kota Makassar menjadi kabupaten/kota dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan tertinggi di Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2024, sebesar 1.012.020 rupiah per kapita per bulan. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 8,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk pengeluaran total makanan dan bukan makanan, Kota Makassar masih menduduki peringkat pertama meskipun mengalami penurunan sebesar 3,6 persen menjadi 1.803.702 rupiah per kapita per bulan. Pengeluaran makanan per kapita sebulan juga tertinggi di provinsi, sebesar 791.682 rupiah dengan pertumbuhan 5,7 persen dari tahun sebelumnya.
Kota Parepare
Kota Parepare menempati peringkat ke-2 untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2024, sebesar 914.616 rupiah per kapita per bulan dengan pertumbuhan yang signifikan sebesar 28,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, untuk pengeluaran total makanan dan bukan makanan, kota ini berada di peringkat ke-3 dengan nilai 1.535.908 rupiah per kapita per bulan, mengalami penurunan sebesar 11,2 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan per kapita sebulan di Kota Parepare sebesar 621.292 rupiah dengan pertumbuhan 5,2 persen, menempati peringkat ke-11 di provinsi.
Kota Palopo
Kota Palopo menduduki peringkat ke-3 untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2024, sebesar 822.375 rupiah per kapita per bulan dengan pertumbuhan 21,3 persen dari tahun sebelumnya. Untuk pengeluaran total makanan dan bukan makanan, kota ini berada di peringkat ke-2 dengan nilai 1.583.231 rupiah per kapita per bulan, mengalami penurunan sebesar 9 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan per kapita sebulan di Kota Palopo sebesar 760.855 rupiah dengan pertumbuhan 24,2 persen, menempati peringkat ke-2 di provinsi, hanya di bawah Kota Makassar.
Kabupaten Luwu Timur
Kabupaten Luwu Timur menempati peringkat ke-4 untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2024, sebesar 701.298 rupiah per kapita per bulan dengan pertumbuhan yang rendah sebesar 2,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk pengeluaran total makanan dan bukan makanan, kabupaten ini berada di peringkat ke-7 dengan nilai 1.379.043 rupiah per kapita per bulan, mengalami penurunan sebesar 10,7 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan per kapita sebulan di Kabupaten Luwu Timur sebesar 677.746 rupiah dengan pertumbuhan 11,5 persen, menempati peringkat ke-8 di provinsi.