Kementerian Pertanian - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan mencatat populasi kerbau Provinsi Sumatera Barat per 31 Desember 2025 mencapai 82.660 ekor. Dari catatan historis periode 2000-2025, terjadi fluktuasi populasi yang ditandai penurunan terdalam turun 61,22% pada 2023, dan kenaikan tertinggi sebesar 150,61% tercatat pada tahun 2024. Rata-rata pertumbuhan 5 periode pencatatan terakhir berada di angka 19,82%, sementara rata-rata 3 periode terakhir tercatat 52,64% yang menunjukkan performa pertumbuhan 3 hari terakhir lebih baik dibanding rata-rata 5 periode pencatatan.
(Baca: Daftar 10 Siswa Lolos Ujian Masuk SMA3 Kota Depok 2025)
Pada pencatatan akhir tahun 2025, populasi kerbau Sumatera Barat mengalami kenaikan sebesar 6,7% dibanding tahun sebelumnya dengan penambahan jumlah sebanyak 5.188 ekor. Posisi ranking Sumatera Barat pada periode ini berada di urutan ke 2 wilayah dengan populasi kerbau terbanyak se Pulau Sumatera, dan menempati urutan ke 4 secara nasional se-Indonesia. Nilai ranking ini turun satu peringkat pada kategori nasional dibandingkan pencatatan tahun 2024 yang sebelumnya berada di urutan teratas nasional.
Terjadi anomali penurunan populasi yang sangat tajam pada tahun 2023 dimana jumlah populasi kerbau turun sebanyak 48.798 ekor dari tahun sebelumnya, sebelum akhirnya kembali naik secara signifikan pada dua tahun berikutnya. Selama rentang 25 tahun data historis, rata-rata perubahan tahunan populasi kerbau Sumatera Barat berada pada angka 7,12% dengan kecenderungan penurunan jumlah populasi secara bertahap sejak tahun 2004 sebelum pemulihan dimulai pada akhir periode pencatatan.
Aceh
Aceh menempati urutan pertama wilayah dengan populasi kerbau terbanyak se Pulau Sumatera dan urutan pertama secara nasional pada periode pencatatan terakhir, dengan total populasi mencapai 108.522 ekor. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan populasi sebesar 85,65% pada periode pencatatan terakhir, dengan penambahan jumlah populasi sebanyak 50.066 ekor dibandingkan periode sebelumnya. Nilai populasi Aceh terpaut 25.862 ekor lebih banyak dibandingkan Sumatera Barat yang berada pada urutan kedua di pulau yang sama.
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Barat menempati urutan kedua nasional untuk jumlah populasi kerbau dengan total nilai 101.275 ekor pada pencatatan terakhir. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan populasi tertinggi sebesar 168,44% dibanding seluruh provinsi yang tercatat pada periode ini, dengan penambahan jumlah populasi sebanyak 63.548 ekor. Posisi ini menempatkan Nusa Tenggara Barat sebagai wilayah dengan pertumbuhan populasi kerbau tercepat secara nasional pada akhir tahun 2025.
(Baca: Jumlah Rumah Terendam akibat Bencana Alam Periode 2013-2024)
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Timur menempati urutan ketiga secara nasional dengan total populasi kerbau sebesar 82.905 ekor. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 21,44% pada periode terakhir, dengan penambahan sebanyak 14.635 ekor dibandingkan pencatatan sebelumnya. Nilai populasi Nusa Tenggara Timur hanya terpaut sedikit sebanyak 245 ekor diatas populasi Sumatera Barat, sehingga kedua wilayah ini memiliki selisih nilai populasi yang sangat kecil pada periode pencatatan 2025.
Sumatera Barat
Sumatera Barat menempati urutan keempat secara nasional dan urutan kedua se Pulau Sumatera untuk jumlah populasi kerbau dengan total nilai 82.660 ekor. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,7% pada periode akhir tahun 2025, dengan penambahan sebanyak 5.188 ekor dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai pertumbuhan Sumatera Barat berada di bawah rata-rata pertumbuhan lima provinsi teratas nasional yang berada di angka 57,36% pada periode yang sama.
Sulawesi Selatan
Sulawesi Selatan menempati urutan kelima secara nasional dan urutan pertama se Pulau Sulawesi untuk jumlah populasi kerbau dengan total nilai 67.634 ekor. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,59% pada periode pencatatan terakhir, dengan penambahan sebanyak 2.969 ekor dibandingkan periode sebelumnya. Nilai populasi Sulawesi Selatan terpaut 15.026 ekor dibawah populasi Sumatera Barat yang berada pada urutan diatasnya dalam daftar ranking nasional.