Data per 2023, pertumbuhan nilai investasi PMA sektor pertambangan di Bengkulu tercatat -84.19%. Angka ini turun dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat US$9756.1 ribu. Sebelumnya, Bengkulu pernah mencatatkan rekor pertumbuhan pada 2018 dengan angka nilai investasi PMA sektor pertambangan mencapai US$2895.4 ribu. Sedangkan rata-rata enam tahun terakhir pertumbuhan mencapai 22,14 ribu%.
Daftar 10 Terbesar:
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Jembrana Menurut Sektor pada 2024)
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menghimpun data nilai investasi PMA sektor pertambangan di seluruh provinsi Indonesia. Dari hasil pendataan, berikut ini adalah 10 provinsi yang paling banyak mendapatkan poin nilai investasi PMA sektor pertambangan di tanah air.
Jawa Timur mencatatkan nilai investasi PMA sektor pertambangan tertinggi dengan US$781,3 juta. Di provinsi ini, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat perkembangan data tahunan di wilayah ini turun 38,18% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
(Baca: Sektor Utama Penggerak Perekonomian di Kota Jayapura pada 2024)
Menyusul di urutan berikutnya adalah Papua Tengah. Jumlah nilai investasi PMA sektor pertambangan di provinsi ini dilaporkan US$461,26 juta. Sedangkan untuk statistik tahunan jumlah nilai investasi PMA sektor pertambangan terlihat turun nan% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak US$nan ribu.
Berikutnya, nilai investasi PMA sektor pertambangan di Kalimantan Timur turun 66,27% menjadi US$174,04 juta dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, nilai investasi PMA sektor pertambangan di Nusa Tenggara Barat turun 76,49% menjadi US$120,19 juta dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya dan Sulawesi Tenggara dengan nilai investasi PMA sektor pertambangan US$86,62 juta (turun 21,29%)
Berikut ini adalah daftar sepuluh provinsi yang mencatatkan nilai investasi PMA sektor pertambangan dengan jumlah tertinggi:
- Jawa Timur US$781,3 juta
- Papua Tengah US$461,26 juta
- Kalimantan Timur US$174,04 juta
- Nusa Tenggara Barat US$120,19 juta
- Sulawesi Tenggara US$86,62 juta
- Sulawesi Selatan US$76,87 juta
- Sumatera Utara US$73,99 juta
- Sulawesi Tengah US$73,01 juta
- Kalimantan Tengah US$58,37 juta
- Kalimantan Selatan US$49,12 juta