Sejumlah bank dengan laba dan aset besar di Indonesia telah menyerahkan laporan kinerja perusahaan pada 2025.
Bank kakap itu di antaranya, BRI, Mandiri, BNI, BCA, dan BTN.
Berdasarkan laporan keuangan yang dikompilasi Databoks, laba bersih terbesar dikantongi BCA yang menyabet Rp57,54 triliun pada 2025.
Posisi tersebut berdekatan dengan BRI di urutan kedua yang memperoleh laba Rp57,13 triliun pada 2025.
Sementara, laba terendah dikantongi BTN yang sebesar Rp3,5 triliun pada 2025.
Berikut pendapatan dan laba bersih lima bank terbesar di Indonesia menurut laporan keuangan masing-masing perusahaan pada 2025:
Emiten berkode BBCA ini meraih pendapatan bunga bersih Rp85,75 triliun, meningkat 3,9% dibanding 2024 (year-on-year/yoy) yang sebesar Rp82,52 triliun.
Sejalan dengan itu, laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik BCA pada 2025 meningkat 4,9% (yoy), dari Rp54,84 triliun pada 2024 menjadi Rp57,54 triliun pada 2025.
Pendapatan bunga bersih BRI tercatat sebesar Rp150,5 triliun pada 2025, tumbuh 5,49% dibanding 2024 (yoy) yang sebesar Rp142,66 triliun.
Peningkatan itu tak sejalan dengan laba tahun berjalan BRI yang justru menyusut 5,26%, dari Rp60,31 triliun pada 2024 menjadi Rp57,13 triliun pada 2025.
Bank Mandiri meraih pendapatan bunga, syariah, dan asuransi neto Rp106,76 triliun, meningkat 2,4% dibanding 2024 yang mencatatkan Rp104,28 triliun.
Kemudian laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk Bank Mandiri pada 2025 mencapai Rp56,29 triliun, naik 0,9% (yoy) dari 2024 yang sebesar Rp55,78 triliun.
BNI membukukan pendapatan bunga bersih senilai Rp40,33 triliun pada 2025. Angka ini turun 0,36% dibandingkan dengan 2024 yang sebesar Rp40,48 triliun.
Turunnya pendapatan diiringi berkurangnya laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke entitas induk BNI hingga 6,6% (yoy), dari Rp21,46 triliun pada 2024 menjadi Rp20,04 triliun pada 2025.
BTN memperoleh pendapatan bunga bersih Rp18,43 triliun pada 2025, melonjak 57% (yoy) dari 2024 yang mendapat 11,7 triliun.
Seiring dengan itu, laba bersih konsolidasian BTN pada 2025 tumbuh 16% (yoy), dari Rp3,01 triliun pada 2024 menjadi Rp3,5 triliun pada 2025.