PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN meraih pendapatan bunga bersih Rp18,43 triliun pada 2025, melonjak 57% dibanding tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).
Seiring dengan itu, laba bersih konsolidasian BTN pada 2025 tumbuh 16% (yoy) menjadi Rp3,5 triliun.
"BTN berhasil mengakselerasi pertumbuhan bisnis sepanjang tahun 2025, ditopang penguatan profitabilitas dan proses bisnis yang semakin efisien berkat transformasi yang konsisten di berbagai lini," kata Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu, dilansir dari Katadata.co.id, Senin (9/2/2026).
Sampai akhir 2025, penyaluran kredit dan pembiayaan konsolidasian BTN naik 11,9% (yoy) menjadi Rp400,57 triliun.
Mayoritas kredit emiten berkode BBTN ini disalurkan ke sektor perumahan dengan nilai Rp328,4 triliun, naik 7,5% (yoy).
Penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi tumbuh 10% (yoy) menjadi Rp191,18 triliun, dan KPR non-subsidi meningkat 6,7% (yoy) menjadi Rp113,04 triliun.
Sampai Desember 2025, BTN memiliki aset senilai Rp527,8 triliun, tumbuh 12,38% (yoy).
(Baca: Pergerakan Saham 5 Bank Kakap RI Setahun Terakhir, BBCA Paling Jatuh)