- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) merilis data historis PDB Paritas Daya Beli Andorra yang menunjukkan pada tahun 2024 nilai indikator ini tercatat 0,61 unit, mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 0,66 persen. Ini adalah tahun kedua berturut-turut Andorra mencatatkan pertumbuhan positif setelah periode penurunan berkelanjutan yang berlangsung sejak tahun 2015 silam.
(Baca: Jumlah Perceraian di Gorontalo Periode 2019-2024)
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Andorra terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Tiga tahun terakhir periode 2022-2024, rata-rata pertumbuhan PDB PPP Andorra tercatat 0,19 persen. Angka ini jauh lebih baik dibandingkan rata-rata pertumbuhan lima tahun terakhir 2020-2024 yang hanya mencatatkan rata-rata negatif turun 1,02 persen. Meskipun demikian, pertumbuhan tahun 2024 masih lebih rendah dibandingkan lonjakan pertumbuhan 2,72 persen yang terjadi pada tahun 2023.
Sepanjang 10 tahun data tercatat, penurunan terendah terjadi pada tahun 2021 dengan kontraksi sebesar 3,66 persen. Kontraksi ini berarti nilai PDB PPP Andorra anjlok lebih dalam dibandingkan tahun manapun dalam periode tersebut, terjadi imbas penutupan perbatasan pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi negara mikro ini. Sementara kenaikan tertinggi tercatat pada tahun 2023.
Dari sisi peringkat regional Eropa, Andorra pada tahun 2024 naik setengah peringkat menjadi posisi 27,5 dari sebelumnya menetap di peringkat 28 selama empat tahun berturut-turut sejak tahun 2020. Kenaikan peringkat ini didapatkan setelah Andorra berhasil mencatatkan pertumbuhan lebih baik dibandingkan dua negara lain di wilayah Eropa pada tahun 2023 dan 2024.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Puerto Rico 2015 - 2024)
Jika dibandingkan dengan negara lain di wilayah Eropa, pertumbuhan PDB PPP Andorra tahun 2024 masih berada di bawah rata-rata pertumbuhan wilayah. Negara dengan pertumbuhan terbaik tiga tahun terakhir yaitu Ukraina mencatatkan pertumbuhan di atas 10 persen, sementara Andorra hanya mencatatkan akumulasi pertumbuhan kurang dari 3,4 persen selama periode yang sama.
IMF juga merilis proyeksi PDB PPP Andorra hingga tahun 2030. Berdasarkan data tersebut, setelah tahun 2024 pertumbuhan Andorra akan kembali masuk zona negatif, dengan penurunan bertahap hingga nilai 0,597 unit pada tahun 2030. Tidak ada proyeksi pertumbuhan positif yang dicatatkan sepanjang 6 tahun proyeksi ke depan.
Kondisi ini menunjukkan pemulihan yang terjadi pada 2023 dan 2024 hanya bersifat sementara, bukan awal dari tren pertumbuhan berkelanjutan. Tanpa perubahan struktur ekonomi yang signifikan, Andorra akan kembali ke pola penurunan nilai PDB PPP yang sudah berlangsung hampir satu dekade terakhir.