Harga Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga di Indonesia Bulan April Naik 0,58%
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Harga-harga komponen penyumbang inflasi peralatan dan perlengkapan perumahan dan kebun di Indonesia pada April kemarin mencapai 0,58%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 0,29%. Di antara 12 kelompok inflasi yang diukur di daerah ini, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga menyumbang 0,44% inflasi di Indonesia.
(Baca: Persentase Rumah Tangga dengan Status Kepemilikan Rumah Kontrak/Sewa di Periode 2013-2024)
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan indeks harga konsumen (IHK) perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga di Indonesia berada di level 106,66 pada April 2026, lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 106,04.
Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu, inflasi perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga telah mencapai 1,81% (year on year/yoy). Sementara jika dibandingkan dengan posisi awal tahun, harga-harga komponen penyumbang inflasi di Indonesia telah mengalami pertumbuhan 1,1% (year to date/ytd).
Hasil survei BPS, data per April 2026, 11 kelompok inflasi ini berada di urutan ketiga di bandingkan sub kelompok lainnya.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Makanan dan Minuman Jadi Kota Tegal | 2024)
Berikut ini inflasi subkelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga yang di ukur BPS per April di Indonesia :
- Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,44%
- Kelompok peralatan dan perlengkapan perumahan dan kebun 0,58%
- Kelompok tekstil rumah tangga 0,46%
- Kelompok peralatan rumah tangga 0,32%
- Kelompok barang pecah belah dan peralatan makan minum 1,24%
- Kelompok furnitur, perlengkapan dan karpet 2,27%
- Kelompok barang dan layanan untuk pemeliharaan rumah tangga rutin 0,02%
Dibandingkan dengan 62 kabupaten/kota lain, inflasi perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga tertinggi terjadi di Indonesia sebesar 0,58% dengan IHK sebesar 106.66 dan terendah terjadi di Kabupaten Gunung Kidul sebesar 0,29% dengan IHK sebesar 106.51. Sementara untuk Indonesia ini menempati urutan 31.
Perkembangan inflasi umum nasional pada Maret 2025 sebesar 1,65% secara bulanan dan 2,42% secara tahunan. Meski tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi bulanan sebelumnya, tingkat inflasi bulanan ini masih lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar 1,95%.