Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kota Tegal pada tahun 2024 mencapai 350104 Rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 14,4 persen dibandingkan tahun 2023 yang sempat mencatatkan pengeluaran tertinggi sepanjang periode data 2018-2024 sebesar 408835 Rupiah. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
(Baca: Daftar 10 Siswa Lolos Ujian Masuk SMA13 Kota Depok 2025)
Selama periode tujuh tahun terakhir, nilai pengeluaran kategori ini di Kota Tegal tercatat bergerak naik turun. Setelah naik secara berturut-turut sejak tahun 2018 hingga tahun 2021, terjadi penurunan sedikit pada tahun 2022, sebelum kembali naik sebesar 31,8 persen pada tahun 2023. Penurunan pada tahun 2024 menjadi penurunan terbesar yang tercatat sepanjang periode pengamatan data ini.
Pada tingkat provinsi Jawa Tengah, Kota Tegal menempati urutan kedua tertinggi untuk pengeluaran makanan dan minuman jadi per kapita tahun 2024. Hanya Kota Semarang yang mencatatkan nilai lebih tinggi dengan 358183 Rupiah, sedangkan di bawah Kota Tegal berturut-turut terdapat Kota Pekalongan 341983 Rupiah, Kota Surakarta 314411 Rupiah dan Kabupaten Kudus 289941 Rupiah. Secara nasional, Kota Tegal berada di urutan 25 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia.
Badan Pusat Statistik juga mencatat pengeluaran makanan dan minuman jadi di Kota Tegal telah melampaui rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa yang hanya mencapai 347861 Rupiah. Nilai ini juga jauh lebih besar dibandingkan pengeluaran untuk kategori kecantikan, perawatan pribadi, maupun sabun mandi per kapita per bulan. Satu-satunya kategori konsumsi rumah tangga yang memiliki nilai lebih rendah dibandingkan kategori ini adalah pengeluaran untuk rokok dan tembakau.
Kota Semarang
Badan Pusat Statistik mencatat Kota Semarang menempati urutan pertama seluruh kabupaten kota di Jawa Tengah untuk total pengeluaran per kapita per bulan makanan dan bukan makanan dengan nilai 2237782 Rupiah pada tahun 2024. Wilayah ini mencatatkan kenaikan sebesar 14,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadikannya satu dari sedikit wilayah di provinsi ini yang masih mencatatkan kenaikan konsumsi total penduduk pada tahun lalu. Untuk kategori makanan dan minuman jadi, Kota Semarang juga memimpin dengan selisih sekitar 8 ribu Rupiah saja di atas Kota Tegal.
(Baca: Inflasi Pakaian dan Alas Kaki di Kabupaten Pandeglang Bulan April -0,09%)
Kota Pekalongan
Kota Pekalongan berada di urutan ketiga untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi di Jawa Tengah tahun 2024 dengan nilai 341983 Rupiah. Wilayah ini hanya mencatatkan kenaikan sedikit sebesar 0,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan konsumsi penduduk pada kategori ini hampir tidak berubah dalam satu tahun terakhir. Untuk total pengeluaran keseluruhan, Kota Pekalongan menempati urutan kelima di seluruh provinsi Jawa Tengah.
Kota Surakarta
Pada tahun 2024, Kota Surakarta mencatatkan penurunan sebesar 3,8 persen untuk pengeluaran makanan dan minuman jadi dengan nilai akhir 314411 Rupiah. Penurunan ini juga terjadi pada total konsumsi keseluruhan penduduk yang turun sebesar 12,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun mengalami penurunan, Kota Surakarta tetap menempati urutan ketiga untuk total pengeluaran per kapita seluruh kategori di Jawa Tengah.
Kabupaten Kudus
Kabupaten Kudus mencatatkan kenaikan sebesar 25 persen untuk pengeluaran makanan dan minuman jadi pada tahun 2024 dengan nilai akhir 289941 Rupiah. Kenaikan ini merupakan salah satu pertumbuhan tertinggi diantara seluruh kabupaten kota di Jawa Tengah untuk kategori tersebut. Untuk total pengeluaran keseluruhan, Kabupaten Kudus menempati urutan kedelapan di tingkat provinsi, dengan nilai total konsumsi per kapita mencapai 1403307 Rupiah per bulan.