Badan Pusat Statistik (BPS) mengestimasi rata-rata persentase rumah tangga dengan status kepemilikan rumah kontrak/sewa di perkotaan dan perdesaan di Indonesia mencapai 5,37%. Adapun persentase tertinggi yakni 21,3% dan provinsi dengan persentase terendah di angka 0,51%.
(Baca: Persentase Jalan Kabupaten dengan Kondisi Mantap Periode 2015-2023)
DKI Jakarta berada di urutan pertama. Di provinsi ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase rumah tangga dengan status kepemilikan rumah kontrak/sewa di perkotaan dan perdesaan sebanyak 21,3%. Perkembangan data tahunan di wilayah ini turun 1,52% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Setelahnya Kep. Riau di urutan kedua. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, persentase rumah tangga dengan status kepemilikan rumah kontrak/sewa di perkotaan dan perdesaan di provinsi ini tumbuh 18,78%. Periode yang sama tahun sebelumnya persentase rumah tangga dengan status kepemilikan rumah kontrak/sewa di perkotaan dan perdesaan di provinsi ini tercatat 16,35%.
Selanjutnya, persentase rumah tangga dengan status kepemilikan rumah kontrak/sewa di perkotaan dan perdesaan di Bali tercatat di angka 11,01%, Papua dengan persentase rumah tangga dengan status kepemilikan rumah kontrak/sewa di perkotaan dan perdesaan 10,44% dan Kalimantan Timur dengan persentase rumah tangga dengan status kepemilikan rumah kontrak/sewa di perkotaan dan perdesaan 10,15%
(Baca: Persentase Rumah Tangga yang Memiliki Televisi Kabel Kota dan Desa Periode 2013-2024)
Berikut ini sepuluh provinsi dengan persentase rumah tangga dengan status kepemilikan rumah kontrak/sewa di perkotaan dan perdesaan tertinggi pada 2024:
- DKI Jakarta 21,3 %
- Kep. Riau 18,78 %
- Bali 11,01 %
- Papua 10,44 %
- Kalimantan Timur 10,15 %
- Sumatera Utara 9,5 %
- Kalimantan Utara 9,34 %
- Riau 7,98 %
- Papua Tengah 7,8 %
- Sumatera Barat 7,14 %