Ekspor Bahan Bakar Mineral Indonesia ke Bangladesh Naik Menjadi US$ 1,43 Miliar
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Indonesia membukukan ekspor dengan Bangladesh sebesar US$ 3,58 miliar data per Desember 2023. Nilai turun 8,13% dibandingkan ekspor tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 3,89 miliar.
Rekam jejak perdagangan Indonesia dengan Bangladesh, ekspor dalam 10 tahun terakhir dalam tren naik. Terendah ekspor Indonesia adalah US$ 1,27 miliar dan untuk ekspor tertinggi di angka US$ 3,94 miliar.
(Baca: PDRB ADHB Sektor Jasa Perusahaan Periode 2013-2024)
Dari total 97 produk (kode HS dua digit) yang diekspor ke Bangladesh, 35 produk bernilai lebih dari satu miliar dolar. Selain itu menurut data Trademap, ke negara ini terdapat 70 produk utama Indonesia yang diekspor setiap tahun. Dengan kata lain, produk-produk tersebut merupakan andalan ekspor Indonesia ke Bangladesh. Lainnya, sebagian besar produk merupakan ekspor produk yang juga banyak diekspor ke negara lain.
Berikut ini adalah daftar lima produk utama yang diekspor Indonesia ke Bangladesh. Urutan ini disusun mulai dari transaksi dengan nilai yang terbesar.
- Bahan bakar mineral, minyak mineral, dan produk dari distilasi mereka
- Lemak dan minyak hewan, sayuran, atau mikroba dan produk pembelahan mereka
- Garam
- Serat pokok buatan manusia.
- Pulpa kayu atau bahan selulosa berserat lainnya
Masuk dalam kode HS 27, Bahan bakar mineral, minyak mineral, dan produk dari distilasi mereka merupakan kelompok produk barang ekspor yang dikategorikan bersama dengan zat bituminus dan mineral. . Ekspor produk ini ke Bangladesh berada di urutan pertama. Indonesia mengekspor senilai US$ 1,43 miliar. Nilai ekspor Bahan bakar mineral, minyak mineral, dan produk dari distilasi mereka; zat bituminus; mineral. . ini naik dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat US$ 1,32 miliar.
Di urutan kedua, ekspor Indonesia paling banyak adalah produk Lemak dan minyak hewan, sayuran, atau mikroba dan produk pembelahan mereka. Nilai ekspor dari Bangladesh pada 2023 tercatat US$ 1,17 miliar. Angka ini lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang mampu menembus US$ 1,49 miliar.
Di urutan berikutnya, Indonesia juga mengekspor US$ 210,02 juta Garam ke Bangladesh. Nilai ekspor produk ini naik dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat US$ 189,49 juta. Selain Bangladesh, Indonesia juga mengandalkan ekspor Garam ke Cina. Amerika Serikat. India, Jerman. dan Kongo, Republik Demokratik. Selain negara utama tersebut, Indonesia tercatat mengekspor produk ini ke -4 negara lainnya.
(Baca: Nilai Ujian Tes Terstandar Masuk ke SMA1 Kota Depok 2025)
Di urutan ke keempat adalah, Indonesia banyak mengekspor Serat pokok buatan manusia. ke Bangladesh. Nilai ekspor produk ini tercatat US$ 195,96 juta. Jumlah ini lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang mampu menembus US$ 217,5 juta. Ekspor Serat pokok buatan manusia. yang terbesar saat ini masih dengan tujuan ke Bangladesh. Selain negara ini, lima negara terbesar yang menjadi sumber ekspor Serat pokok buatan manusia. Indonesia adalah Vietnam. Afghanistan. Afrika yang tidak disebutkan di tempat lain. Albania. dan Aljazair..
Ekspor produk lainnya adalah Pulpa kayu atau bahan selulosa berserat lainnya senilai US$ 131,09 juta. Nilai ekspor produk ini naik dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat US$ 115,82 juta. Data Trademap memperlihatkan aktivitas dagang Indonesia mengekspor Pulpa kayu atau bahan selulosa berserat lainnya ke -4 negara. Ekspor Pulpa kayu atau bahan selulosa berserat lainnya ke negara ini merupakan yang terbesar. Lima negara lain yang menjadi sumber ekspor Pulpa kayu atau bahan selulosa berserat lainnya adalah Cina, Amerika Serikat. Jerman. Afghanistan. dan Afrika yang tidak disebutkan di tempat lain..