Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Banyuwangi tahun 2024 mencapai 6,54 persen, sedikit turun dari 7,34 persen tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin di kabupaten ini menjadi 106.610 orang, sedangkan total penduduknya sebanyak 1.785.316 jiwa. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun sebesar 10,9 persen, sementara jumlah penduduk sedikit naik sebesar 0,91 persen.
(Baca: BPS: Jumlah Penduduk Miskin di Aceh Turun 0,19%(Data Desember 2025))
Dari data historis 2004-2024, persentase kemiskinan di Banyuwangi tertinggi pada tahun 2006 sebesar 16,64 persen dan terendah pada tahun 2024. Pertumbuhan persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada 2020 sebesar 7,18 persen, sedangkan terendah pada 2009 turun 12,58 persen. Anomali terjadi pada tahun 2020, di mana persentase kemiskinan sedikit naik setelah beberapa tahun terus turun. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir (2021-2023) adalah 7,64 persen, lebih tinggi dari 6,54 persen tahun 2024. Rata-rata 5 tahun terakhir (2019-2023) adalah 7,7 persen, juga lebih tinggi dibanding tahun ini. Rank persentase kemiskinan se-Indonesia Banyuwangi pada 2024 berada di urutan ke-378, naik dari urutan ke-343 pada tahun 2023.
Dibandingkan kabupaten/kota tetangga di Jawa Timur, persentase kemiskinan Banyuwangi (6,54 persen) berada di posisi menengah. Kabupaten Jombang memiliki persentase kemiskinan tertinggi di antara tetangga sebesar 8,6 persen, sedangkan Kabupaten Tulungagung terendah sebesar 6,28 persen. Jumlah penduduk miskin Banyuwangi lebih banyak dibandingkan Kota Blitar, Kota Kediri, Kota Pasuruan, dan Kabupaten Tulungagung, tetapi sedikit lebih sedikit dari Kabupaten Jombang.
Kabupaten Blitar
Berada di urutan ke-304 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki angka 8,16 persen pada tahun 2024. Jumlah penduduk miskinnya sebanyak 95.910 orang dari total 1.257.701 jiwa penduduk. Garis kemiskinan di sini mencapai Rp408.399 per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita sebesar Rp37,81 juta per tahun. Pertumbuhan persentase kemiskinan sedikit turun sebesar 6,1 persen, sementara jumlah penduduk sedikit naik sebesar 1,06 persen.
Kota Blitar
Urutan ke-365 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki angka 6,75 persen tahun 2024. Jumlah penduduk miskinnya hanya 9.860 orang dari total 160.539 jiwa. Garis kemiskinan di sini adalah Rp596.105 per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita mencapai Rp59,33 juta per tahun. Pertumbuhan persentase kemiskinan sedikit turun sebesar 7,07 persen, sedangkan jumlah penduduk sedikit naik sebesar 0,71 persen.
Kabupaten Jombang
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Padang Lawas Periode 2009 - 2024)
Berada di urutan ke-286 se-Indonesia, persentase kemiskinan wilayah ini tahun 2024 adalah 8,6 persen. Jumlah penduduk miskinnya sebanyak 110.570 orang dari total 1.374.577 jiwa. Garis kemiskinan di sini sebesar Rp514.170 per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita Rp39,55 juta per tahun. Pertumbuhan persentase kemiskinan sedikit turun sebesar 5,79 persen, dan jumlah penduduk sedikit naik sebesar 0,72 persen.
Kota Kediri
Urutan ke-383 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki angka 6,51 persen tahun 2024. Jumlah penduduk miskinnya 19.240 orang dari total 300.456 jiwa. Garis kemiskinan di sini mencapai Rp621.051 per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita sebesar Rp565,84 juta per tahun. Pertumbuhan persentase kemiskinan sedikit turun sebesar 8,51 persen, sementara jumlah penduduk sedikit naik sebesar 1,23 persen.
Kota Pasuruan
Berada di urutan ke-388 se-Indonesia, persentase kemiskinan wilayah ini tahun 2024 adalah 6,32 persen. Jumlah penduduk miskinnya 13.070 orang dari total 213.198 jiwa. Garis kemiskinan di sini sebesar Rp554.195 per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita Rp51,09 juta per tahun. Pertumbuhan persentase kemiskinan sedikit turun sebesar 3,61 persen, dan jumlah penduduk sedikit naik sebesar 0,37 persen.
Kabupaten Tulungagung
Urutan ke-390 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki angka terendah di antara tetangga sebesar 6,28 persen tahun 2024. Jumlah penduduk miskinnya 66.420 orang dari total 1.136.572 jiwa. Garis kemiskinan di sini sebesar Rp447.793 per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita Rp46,01 juta per tahun. Pertumbuhan persentase kemiskinan sedikit turun sebesar 3,47 persen, sementara jumlah penduduk sedikit naik sebesar 0,39 persen.