Laporan survei Katadata Indonesia Middle Class Insight (KIMCI) edisi kedua dari Katadata Insight Center (KIC) menunjukkan, lebih banyak responden kelas menengah Indonesia atau 40,5% mengalokasikan pendapatan bulanan untuk konsumsi atau kebutuhan harian.
Tim riset KIC menilai, cukup banyaknya proporsi atas pilihan tersebut menunjukkan adanya tekanan finansial.
"Struktur pengeluaran juga menunjukkan tekanan finansial yang cukup signifikan, tercermin dari besarnya alokasi untuk konsumsi harian," tulis KIC dalam laporannya.
Pengeluaran berikutnya dialokasikan untuk tabungan, dipilih 21,8% responden. Lalu untuk pembayaran cicilan 16,4%, hiburan 11,5%, dan pengembangan diri 9,9%.
"Tetap adanya alokasi untuk pengembangan kompetensi memperlihatkan kesadaran jangka panjang bagi kelas menengah untuk meningkatkan kapasitas ekonomi di tengah keterbatasan yang ada," tulis KIC.
Akibat tingginya kebutuhan hidup, survei ini juga menemukan bahwa 63,6% responden kelas menengah pernah mengalami kondisi "besar pasak daripada tiang".
(Baca: Cara Kelas Menengah Indonesia Atasi Defisit Penghasilan)
Laporan KIMCI diluncurkan dalam acara IDE Katadata Future Forum 2026 di Ballroom Djakarta Theater, Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Hasil survei secara umum mengungkap tentang kondisi, perilaku, dan persepsi kelas menengah, yang dapat menjadi dasar dalam merumuskan strategi dan kebijakan untuk memperkuat daya tahan, mendorong pertumbuhan, serta mendukung pembangunan ekonomi dan sosial di Indonesia.
Sebanyak 1.000 responden berusia 18-60 tahun dilibatkan, terdiri atas 61,6% laki-laki dan 38,4% perempuan. Mayoritas atau 59,3% berasal dari Pulau Jawa, disusul Sumatera (19,6%), Bali-Nusa (5,9%), Kalimantan (7,6%), Sulawesi (5,7%), dan Maluku-Papua (1,9%).
Pengambilan data dilakukan pada kuartal IV 2025 sampai kuartal I 2026 secara online dengan metode non-probability sampling. Adapun toleransi kesalahan survei (margin of error) sekitar 3,16%.
Hasil survei lengkap KIC bertajuk Kelas Menengah di Persimpangan Masa Depan dapat diakses melalui tautan berikut.
(Baca: Sentimen Negatif Dominasi Pemberitaan Media Online soal Isu Kelas Menengah)