Hasil survei Katadata Insight Center (KIC) menunjukkan, sebanyak 63,6% responden kelas menengah di Indonesia pernah mengalami kondisi ketika penghasilan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan harian.
"Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kemampuan memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga membatasi kapasitas mereka dalam merencanakan masa depan secara lebih stabil," tulis KIC dalam laporan bertajuk Kelas Menengah di Persimpangan Masa Depan.
Dari yang mengalami itu, mayoritas atau 76,3% responden menyikapi defisit pendapatan dengan menggunakan sumber daya dimiliki.
Selain itu, responden kelas menengah yang mencari dana tambahan serta membuka opsi untuk mengambil pinjaman dari berbagai platform.
Berikut rincian hal yang dilakukan responden kelas menengah di Indonesia ketika penghasilan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan, menurut survei KIC:
- Menggunakan sumber daya yang dimiliki: 76,3%
- Mencari dana tambahan bukan pinjaman: 36,5%
- Meminjam dari teman/keluarga/individu lainnya: 26,8%
- Memanfaatkan opsi paylater: 15,5%
- Mencari pinjaman berbunga non-online: 14,1%
- Menggunakan kredit: 14%
- Mencari pinjaman online: 9,4%
- Menunda atau telat bayar tagihan: 7,6%
- Lainnya: 1,1%.
"Pendekatan yang relatif hati-hati terhadap pinjaman, terutama yang berisiko tinggi, menunjukkan adanya kesadaran untuk menjaga stabilitas keuangan jangka panjang, meskipun berada dalam tekanan yang tidak ringan," tulis KIC dalam laporannya.
Laporan KIC ini diluncurkan dalam acara IDE Katadata Future Forum 2026 di Ballroom Djakarta Theater, Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Hasil survei secara umum mengungkap tentang kondisi, perilaku, dan persepsi kelas menengah, yang dapat menjadi dasar dalam merumuskan strategi dan kebijakan untuk memperkuat daya tahan, mendorong pertumbuhan, serta mendukung pembangunan ekonomi dan sosial di Indonesia.
Sebanyak 1.000 responden berusia 18-60 tahun dilibatkan, terdiri atas 61,6% laki-laki dan 38,4% perempuan. Mayoritas atau 59,3% berasal dari Pulau Jawa, disusul Sumatera (19,6%), Bali-Nusa (5,9%), Kalimantan (7,6%), Sulawesi (5,7%), dan Maluku-Papua (1,9%)
Pengambilan data dilakukan pada kuartal IV 2025 sampai kuartal I 2026 secara online dengan metode non-probability sampling. Adapun toleransi kesalahan survei (margin of error) sekitar 3,16%.
Hasil survei lengkap KIC bertajuk Kelas Menengah di Persimpangan Masa Depan dapat diakses melalui tautan berikut.
(Baca: Sederet Alasan Masyarakat Kelas Menegah Cari Pekerjaan Sampingan)