Biaya Kesehatan di Kota Semarang Bulan April Naik 0,16%
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Biaya pengeluaran kesehatan di Kota Semarang pada April kemarin sebesar 0,16%. Angka ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 0,27%. Di antara 10 kelompok inflasi yang diukur di daerah ini, kelompok kesehatan menyumbang 0,16% inflasi daerah.
(Baca: Biaya Transportasi di Kota Sibolga Bulan April Naik 0,01%)
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan indeks harga konsumen (IHK) kesehatan di Kota Semarang berada di level 103,31 pada April 2026, lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 103,15.
Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu, inflasi kesehatan telah mencapai 0,3% (year on year/yoy). Sementara jika dibandingkan dengan posisi awal tahun, biaya pengeluaran di Kota Semarang telah mengalami pertumbuhan 0,35% (year to date/ytd).
Dibandingkan dengan 11 kelompok lainnya, inflasi kelompok ini berada di urutan ketujuh.
(Baca: Biaya Kesehatan di Kota Mataram Naik 0,09%)
Berikut ini inflasi subkelompok kesehatan yang di ukur BPS per April di Kota Semarang :
- Kelompok obat-obatan dan produk kesehatan 0,42%
- Kelompok kesehatan 0,16%
Dibandingkan dengan 76 kabupaten/kota lain, inflasi kesehatan tertinggi terjadi di Indonesia sebesar 0,1% dengan IHK sebesar 107.15 dan terendah terjadi di Kota Bengkulu turun 0,03% dengan IHK sebesar 106,1. Sementara untuk Kota Semarang ini menempati urutan 31.
Pencapaian inflasi Indonesia pada Maret 2025 sebesar 1,65% secara bulanan dan 2,42% secara tahunan. Meski tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi bulanan sebelumnya, tingkat inflasi bulanan ini masih lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar 1,95%.