Jumlah Perceraian Nusa Tenggara Timur Empat Kasus Data per 2024
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Jumlah perceraian di Nusa Tenggara Timur tercatat empat kasus data per 2024. Untuk data terakhir ini, jumlah perceraian mengalami penurunan. Adapun pertumbuhan selama lima tahun terakhir di wilayah ini menunjukan penurunan di angka -21%.
(Baca: Desember 2024, Rata - Rata Upah di Kalimantan Timur Rp.24.676 per Jam)
Secara historis, turunnya jumlah perceraian tahun ini terlihat lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Provinsi ini pernah mencatatkan pertumbuhan tertinggi hingga di atas 166.67% yang terjadi pada tahun 2023. Sedangkan pertumbuhan terendahnya pernah terjadi pada 2021 di angka -61.54%.
(Baca: PDRB ADHB Sektor Asuransi dan Dana Pensiun di Kalimantan Utara | 2025)
Dibandingkan dengan 34 provinsi lainnya, data terbaru yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Desember 2024 menempatkan provinsi Nusa Tenggara Timur di urutan 34 nasional.
Berikut ini sepuluh provinsi dengan jumlah perceraian dari urutan yang terbesar secara nasional pada 2024 yakni :
- Indonesia 100,2 ribu kasus
- Jawa Barat 33,26 ribu kasus
- Jawa Timur 32,85 ribu kasus
- Jawa Tengah 21,83 ribu kasus
- Banten 2.535 kasus
- Lampung 2.168 kasus
- DKI Jakarta 1.881 kasus
- Sumatera Selatan 778 kasus
- DI Yogyakarta 637 kasus
- Kalimantan Timur 487 kasus
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Agu) | 3,19% | +0.31 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 18 | -0.01 | |
| PDB ADHK (Q2) | 3.576,20 | +3.73 | |
| Neraca perdagangan (Jul) | 121,90 | -127.06 | |
| Ekspor Migas (Jul) | 787,60 | -26.07 | |
| Impor Migas (Jul) | 3,77 | -17.33 | |
| Ekspor (Jul) | 26,22 | +2.98 | |
| Impor (Jul) | 26,09 | +0.72 | |
| Kunjungan Wisman (Jul) | 1,53 | +9.99 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |