Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data PDRB ADHB Sektor Asuransi dan Dana Pensiun Kalimantan Utara hingga akhir tahun 2025 sebesar 424,03 Rp miliar. Sepanjang 13 tahun periode pengamatan sejak 2013, sektor ini tercatat tidak pernah mengalami penurunan nilai, dengan total peningkatan sebesar 190,43% atau rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 9,29%. Pada tahun 2025, pertumbuhan sektor ini tercatat sebesar 1,01%, angka ini jauh lebih rendah dibanding rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir sebesar 2,78%, juga lebih buruk dibanding rata-rata 5 tahun terakhir yang mencapai 3,87%.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Papua Barat 2025)
Sepanjang riwayat data, kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2016 dengan pertumbuhan 18,50%, sementara pertumbuhan terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Seluruh periode pengamatan tidak pernah terjadi penurunan nilai, meski tren pertumbuhan menunjukkan perlambatan secara bertahap sejak 5 tahun terakhir. Untuk ranking di wilayah Pulau Kalimantan, Kalimantan Utara secara konsisten menempati posisi ke-5 selama 13 tahun berturut-turut, tidak pernah mengalami pergeseran peringkat antar provinsi di pulau yang sama.
Untuk peringkat nasional, Kalimantan Utara berada di urutan 19 Indonesia pada tahun 2025, bergeser sedikit dari posisi 18 yang dipegang sejak tahun 2021 hingga 2023. Nilai sektor asuransi dan dana pensiun provinsi ini pada akhir periode berada di atas nilai rata-rata seluruh periode pengamatan, yang tercatat sebesar 307,40 Rp miliar. Perlambatan pertumbuhan pada tahun 2025 juga terlihat dari besaran selisih penambahan nilai yang hanya sebesar 4,24 Rp miliar, terendah sepanjang catatan historis.
Lampung
Lampung menempati urutan 16 secara nasional untuk sektor ini pada tahun 2025, dengan nilai total PDRB mencapai 735,13 Rp miliar, hampir dua kali lipat nilai yang dicapai Kalimantan Utara. Pertumbuhan tahunan sektor ini di Lampung tercatat sebesar 4,77%, dengan penambahan nilai tahunan sebesar 33,49 Rp miliar. Peringkat Lampung ini berada 3 tingkatan lebih tinggi dibanding Kalimantan Utara, dan menjadi provinsi dengan nilai tertinggi di antara kelompok 6 provinsi pembanding dalam catatan data ini.
DI Yogyakarta
DI Yogyakarta berada di peringkat 17 nasional, dengan nilai sektor asuransi dan dana pensiun sebesar 514,24 Rp miliar. Pertumbuhan sektor ini di wilayah ini tercatat sebesar 5,02%, angka pertumbuhan ini 4 kali lipat lebih besar dibanding pertumbuhan Kalimantan Utara pada tahun yang sama. Penambahan nilai tahunan mencapai 24,56 Rp miliar, dan posisi peringkat DI Yogyakarta hanya satu tingkat di atas peringkat Kalimantan Utara secara nasional.
Maluku
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Sungai Penuh | 2010 - 2025)
Maluku menempati urutan 18 secara nasional dengan nilai PDRB sektor asuransi dan dana pensiun sebesar 453,19 Rp miliar. Pertumbuhan tahunan wilayah ini mencapai 5,90%, menjadi tingkat pertumbuhan tertinggi di antara seluruh provinsi pembanding. Nilai Maluku hanya terpaut sekitar 29 Rp miliar di atas nilai Kalimantan Utara, dengan peringkat satu tingkat lebih tinggi dibanding provinsi Kalimantan Utara pada tahun 2025.
Sumatera Barat
Sumatera Barat berada di peringkat 20 nasional, dengan nilai total sektor ini tercatat sebesar 344,02 Rp miliar. Pertumbuhan tahunan wilayah ini hanya sebesar 1,22%, hanya sedikit lebih tinggi dibanding pertumbuhan Kalimantan Utara pada tahun yang sama. Peringkat Sumatera Barat ini satu tingkatan lebih rendah dibanding Kalimantan Utara, dengan selisih nilai sekitar 80 Rp miliar di bawah pencapaian Kalimantan Utara tahun 2025.
Riau
Riau menempati urutan 21 secara nasional untuk sektor asuransi dan dana pensiun, dengan total nilai mencapai 297,35 Rp miliar. Pertumbuhan tahunan wilayah ini tercatat sebesar 3,16%, angka ini lebih tinggi dibanding pertumbuhan Kalimantan Utara meski nilai totalnya masih jauh lebih rendah. Selisih nilai antara Riau dan Kalimantan Utara mencapai 126,68 Rp miliar pada tahun 2025, dengan peringkat dua tingkatan di bawah Kalimantan Utara.
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Timur berada di peringkat 22 secara nasional, menjadi urutan terendah di antara kelompok provinsi pembanding. Nilai PDRB sektor ini di wilayah ini tercatat sebesar 281,65 Rp miliar, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 5,44%. Pertumbuhan ini menjadi yang kedua tertinggi setelah Maluku, meski nilai totalnya masih berada sekitar 142 Rp miliar di bawah pencapaian Kalimantan Utara pada akhir tahun 2025.