PDB

PDB Paritas Daya Beli (PPP) Thailand 2015 - 2024

1
Agus Dwi Darmawan 24/03/2026 12:21 WIB
Image Loader
Memuat...
PDB Paritas Daya Beli (PPP) Thailand 2015 - 2024
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Data dari International Monetary Fund (IMF) menunjukkan PDB Paritas Daya Beli (PPP) Thailand tahun 2024 tercatat sebesar 10.49 unit, mengalami penurunan sebesar 1.46% dibandingkan tahun 2023. Nilai ini lebih rendah dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2021-2023) yang mencapai sekitar 10.89 unit, serta rata-rata lima tahun terakhir (2019-2023) sebesar 11.18 unit. Dalam tiga tahun terakhir, tren PDB PPP Thailand menunjukkan penurunan konsisten setiap tahun tanpa ada kenaikan.

(Baca: Harga Kopi Kontrak Tiga Bulan - US Coffee C Futures Turun Menuju Level 307 Pound (Senin, 23 Maret 2026))

Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Thailand terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).

Sepanjang dekade 2015-2024, nilai tertinggi PDB PPP Thailand dicapai pada tahun 2016 sebesar 12.37 unit, sementara nilai terendah adalah tahun 2024 sebesar 10.49 unit. Setelah tahun 2017 yang hanya mengalami peningkatan kecil sebesar 0.11% dibandingkan 2016, Thailand mengalami penurunan berkelanjutan setiap tahun hingga 2024. Tidak ada anomali dalam data ini, karena tren penurunan ini berlangsung secara konsisten tanpa perubahan arah yang tidak terduga.

Dalam peringkat regional ASEAN, posisi Thailand tetap berada di peringkat ke-7 pada tahun 2024, sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Peringkat ini tidak mengalami perubahan selama dekade terakhir, menunjukkan bahwa posisi daya beli mata uang Thailand relatif stabil dibandingkan negara-negara tetangga ASEAN meskipun nilai PPP-nya terus menurun.

(Baca: Harga Perak Turun Menuju Level US$67,595 /Troy Ons (Selasa, 24 Maret 2026))

IMF memproyeksikan bahwa PDB PPP Thailand akan terus menurun hingga tahun 2030, namun laju penurunannya akan semakin lambat. Proyeksi tahun 2025 adalah 10.279 unit (penurunan 1.99% dari 2024), lalu 10.13 unit pada 2026 (penurunan 1.45%), dan seterusnya hingga 9.914 unit pada 2030 dengan penurunan hanya 0.34%. Kontraksi ini berarti daya beli mata uang Thailand relatif terhadap dolar AS akan terus melemah, namun dengan kecepatan yang lebih perlahan dibandingkan periode 2018-2024.

Dibandingkan negara ASEAN lain, penurunan PDB PPP Thailand tahun 2024 sebesar 1.46% berada di kisaran yang sama dengan Indonesia (-1.49%) dan Malaysia (-1.61%), namun lebih baik dibandingkan Brunei Darussalam yang mengalami penurunan sebesar 4.25%. Sebaliknya, negara seperti Laos (14.36% kenaikan), Vietnam (1.7% kenaikan), dan Myanmar (3.99% kenaikan) mengalami peningkatan nilai PPP, menunjukkan daya beli mata uang mereka semakin kuat relatif terhadap dolar AS.

Data Populer

Loading...