PDB

PDB Menurut Daya Beli di Thailand 2024

1
Agus Dwi Darmawan 07/08/2026 12:26 WIB
Image Loader
Memuat...
PDB Paritas Daya Beli (PPP) Thailand 2015 - 2024
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

International Monetary Fund (IMF) merilis data historis PDB Paritas Daya Beli Thailand hingga tahun 2024 yang menunjukkan nilai tercatat sebesar 10,49 unit. Angka ini merupakan penurunan berkelanjutan yang sudah berjalan selama 9 tahun berturut-turut sejak puncak tertinggi tahun 2017. Nilai 2024 turun 1,46 persen dibanding tahun 2023, dengan penurunan yang sedikit melambat dibanding rata-rata penurunan tahun 2021-2023 yang mencapai 2,28 persen per tahun.

(Baca: PDB Menurut Daya Beli di Tunisia 2024)

Jika dilihat tiga tahun terakhir periode 2022-2024, rata-rata penurunan tahunan sebesar 2,01 persen. Angka ini sedikit lebih baik dibanding rata-rata lima tahun terakhir 2020-2024 yang mencatatkan rata-rata penurunan 2,38 persen per tahun, namun masih menunjukkan arah pergerakan ekonomi yang terus mengalami kontraksi. Kontraksi disini berarti seluruh nilai output ekonomi yang disesuaikan daya beli masyarakat terus menyusut tiap periode tanpa ada pemulihan sama sekali.

Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Thailand terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).

Sepanjang 10 tahun data yang tercatat, kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2016 dengan pertumbuhan positif 1,68 persen, sedangkan penurunan terdalam tercatat pada tahun 2020 pada masa awal pandemi global sebesar minus 3,57 persen. Tidak ditemukan anomali angka diluar pola, seluruh penurunan setelah tahun 2017 berjalan secara konsisten dengan fluktuasi kecepatan penurunan yang hanya bervariasi antara 1,46 persen hingga 2,67 persen di luar tahun pandemi.

Di kawasan ASEAN, peringkat PDB PPP Thailand tidak mengalami perubahan sama sekali sepanjang 10 tahun periode data. Thailand secara konsisten menempati urutan ke 7 dari 10 negara anggota ASEAN, tidak ada kenaikan maupun penurunan peringkat dari tahun 2015 hingga data terakhir 2024.

(Baca: Jumlah Penduduk Bekerja di Kota Jayapura 177,86 Ribu dan Angka Pengangguran 7,68 Persen)

Berdasarkan proyeksi IMF hingga tahun 2030, penurunan nilai PDB PPP Thailand akan masih terus berlanjut, meskipun kecepatan penurunan akan semakin melambat secara bertahap. Pada tahun 2030 nilai diproyeksikan menyentuh angka 9,914 unit, yang artikan dalam 6 tahun ke depan tidak akan ada titik pemulihan pertumbuhan positif sama sekali sesuai model proyeksi yang diterbitkan.

Jika dibandingkan dengan negara lain di kawasan ASEAN, Thailand saat ini berada diantara Filipina yang menempati peringkat 6 dan Malaysia di peringkat 8. Berbeda dengan Thailand yang mengalami kontraksi, Filipina masih mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 0,49 persen pada tahun yang sama, sedangkan Malaysia mengalami kontraksi sedikit lebih dalam yaitu 1,61 persen.

Satu-satunya negara di kawasan ASEAN yang memiliki penurunan lebih buruk dibanding Thailand pada tahun terakhir hanyalah Brunei Darussalam. Sebagian besar negara lain seperti Vietnam, Laos, Myanmar, Singapura dan Kamboja seluruhnya masih mencatatkan pertumbuhan nilai PDB PPP positif pada periode 2024.

Data Pasar

Macro update by
12 August 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Inflasi yoy (Jul) 2,88% -0.46
Inflasi mom (Jul) -0,14% -0.58
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) 5,61% +4.08
Persentase kemiskinan (Mar) 8,07% -0.18
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
Nilai Tukar USDIDR 17.864 +0.19
PDB ADHK (Q1) 3.447,70 -0.77
Neraca perdagangan (Jun) -450,50 -72.02
Ekspor Migas (Jun) 1,07 +40.52
Impor Migas (Jun) 4,56 +0.96
Ekspor (Jun) 25,46 +9.72
Impor (Jun) 25,91 +4.41
Kunjungan Wisman (Mei) 1,38 +10.69
NTP (Jul) 116,16 +1.32

Data Populer

Loading...