Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Muna Barat Turun 0,1% Setahun Terakhir

1
Irfan Fadhlurrahman 16/04/2026 13:11 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara sebesar 15,18% pada 2025.

Angka tersebut turun 0,1% dari tahun sebelumnya sebesar 15,28%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 2,54%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Muna Barat lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Muna Barat yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 15,18% dari total penduduk.

Dibandingkan dengan 16 kabupaten/kota lain di Provinsi Sulawesi Tenggara, PoU di Kabupaten Muna Barat ada di urutan ke-16. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Kolaka (4,18%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Muna (17,1%).

Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Sulawesi Tenggara pada 2025.

  1. Kabupaten Kolaka: 4,18%
  2. Kabupaten Konawe Utara: 5,08%
  3. Kabupaten Kolaka Utara: 5,13%
  4. Kabupaten Konawe: 6,73%
  5. Kota Kendari: 7,33%
  6. Kabupaten Kolaka Timur: 7,37%
  7. Kabupaten Wakatobi: 8,0%
  8. Kabupaten Bombana: 8,94%
  9. Kabupaten Buton Selatan: 9,93%
  10. Kota Bau Bau: 10,05%

(Baca: Seluruh Kelompok Pendidikan Optimistis dengan Lapangan Kerja pada Akhir 2025)

Data Populer

Loading...