Pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menunjukkan angka Rp313.746 per kapita/bulan pada tahun 2024. Angka ini mengalami sedikit penurunan turun 4.8% dibandingkan tahun sebelumnya. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada tahun 2023 pengeluaran mencapai Rp329.418 per kapita/bulan.
Jika dibandingkan dengan pengeluaran total masyarakat Karawang, alokasi untuk aneka barang dan jasa ini menjadi bagian penting dalam pemenuhan kebutuhan. Walaupun terjadi sedikit penurunan di tahun terakhir, pengeluaran untuk kelompok ini tetap signifikan jika dibandingkan dengan pengeluaran untuk makanan dan bukan makanan secara keseluruhan. Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat Karawang tetap memprioritaskan alokasi dana untuk kebutuhan di luar makanan pokok.
(Baca: Produksi Telur Itik/Itik Manila Periode 2013-2024)
Secara historis, pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Karawang mengalami fluktuasi. Sempat mengalami kenaikan signifikan dari tahun 2018 hingga 2023, sebelum akhirnya sedikit menurun di tahun 2024. Kenaikan tertinggi terjadi pada periode 2021-2022, dengan pertumbuhan mencapai 20.8%. Data ini memperlihatkan masyarakat Karawang memiliki kemampuan ekonomi yang dinamis dalam memenuhi kebutuhan non-primer.
BPS mencatat, total pengeluaran masyarakat Karawang secara keseluruhan mencapai Rp1.570.417 pada tahun 2024. Angka ini menunjukkan sedikit penurunan turun 2% dibandingkan tahun sebelumnya. Walaupun terjadi penurunan, angka ini tetap menunjukkan bahwa daya beli masyarakat Karawang masih terjaga, meskipun terdapat tantangan ekonomi yang mungkin mempengaruhi alokasi pengeluaran.
Dalam perbandingan dengan wilayah lain di Jawa Barat, Kabupaten Karawang berada di urutan ke-12 dalam hal pengeluaran untuk aneka barang dan jasa pada tahun 2024. Peringkat ini menunjukkan posisi yang cukup baik, namun masih berada di bawah kota-kota besar seperti Kota Bekasi (peringkat 1), Kota Bogor (peringkat 2), dan Kota Depok (peringkat 3). Di tingkat nasional, Karawang berada di urutan ke-116.
BPS juga mencatat, pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di beberapa kabupaten/kota lain di Jawa Barat pada tahun 2024. Kota Bekasi mencatatkan nilai tertinggi yaitu Rp808.107, diikuti Kota Bogor Rp734.573 dan Kota Depok Rp722.426. Sementara itu, pertumbuhan tertinggi dibandingkan tahun sebelumnya dialami oleh Kabupaten Cirebon dengan 87.4%. Kabupaten Indramayu mengalami penurunan signifikan turun 35.3%.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Jawa Barat 2015 - 2024)
Kota Bekasi
Kota Bekasi menduduki peringkat teratas dalam pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Jawa Barat dengan angka mencapai Rp1.908.316 pada tahun 2024, naik 22.4% dari tahun sebelumnya. Pengeluaran total per kapita sebulan (makanan dan bukan makanan) mencapai Rp3.132.705, menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 9.4%. Posisi ini mencerminkan kondisi ekonomi yang kuat dan daya beli masyarakat yang tinggi di Kota Bekasi.
Kota Depok
Kota Depok menempati posisi kedua dengan pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp1.674.594 pada tahun 2024, tumbuh 12.8% dari tahun sebelumnya. Total pengeluaran per kapita sebulan mencapai Rp2.823.253, naik 3.6%. Meskipun pertumbuhannya tidak setinggi Kota Bekasi, angka ini tetap menunjukkan stabilitas dan kemampuan ekonomi yang baik di Kota Depok.
Kota Bogor
Kota Bogor mencatatkan pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp1.561.420 pada tahun 2024, melonjak signifikan sebesar 50.1% dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran per kapita sebulan mencapai Rp2.470.586, mengalami penurunan turun 15.5%. Anomali ini menunjukkan perubahan pola konsumsi di Kota Bogor, dengan peningkatan tajam pada pengeluaran bukan makanan namun penurunan pada pengeluaran total.
Kota Bandung
Kota Bandung mencatatkan pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp1.382.176 pada tahun 2024, naik 12.2% dari tahun sebelumnya. Total pengeluaran per kapita sebulan mencapai Rp2.378.240, turun 14%. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun pengeluaran untuk kebutuhan non-makanan meningkat, namun pengeluaran total mengalami penurunan.
Kota Cimahi
Kota Cimahi memiliki pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp1.241.001 pada tahun 2024, meningkat 14.3% dari tahun sebelumnya. Total pengeluaran per kapita sebulan mencapai Rp2.166.375, mengalami penurunan turun 7.8%. Mirip dengan Kota Bandung, Kota Cimahi juga menunjukkan tren peningkatan pengeluaran untuk kebutuhan non-makanan namun penurunan pada pengeluaran total.