Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kota Palu, pada 2024 tercatat Rp32,92 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 4,61% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp30,79 juta .
Meskipun demikian menurut data historisnya, dibandingkan dengan masa setelah pandemi covid, pertumbuhan di wilayah ini terlihat tidak lebih baik karena mencatatkan pertumbuhan yang lebih rendah.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Sumbawa Barat Menurut Sektor pada 2024)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 389,96 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp83.868 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 111.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor konstruksi menjadi unggulan.
Sektor konstruksi di Kota Palu merupakan sektor andalan dan menyumbang kontribusi terbesar PDRB pada 2024 lalu dengan nilai mencapai Rp5,64 jutajuta. PDRB ini tumbuh 0,76% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat Rp5,47 jutajuta.
Di urutan kedua adalah sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib tumbuh 2,69% menjadi Rp4,42 jutajuta, PDRB sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor yang kali ini tumbuh 5,75% menjadi Rp3,75 jutajuta.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Konawe Utara Menurut Sektor pada 2024)
Terakhir, PDRB di Kota Palu, untuk urutan lima besar adalah transportasi dan pergudangan dengan nilai Rp2,82 jutajuta. Menurut BPS, sektor ini selama setahun terakhir berhasil tumbuh 5,44% dari capaian sebelumnya yang tercatat Rp2,62 jutajuta.
Distribusi PDRB di Kota Palu pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kota Palu ini adalah sektor konstruksi dengan kontribusi mencapai 15,5%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib, sektor informasi dan komunikasi, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, dan sektor pertambangan dan penggalian.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum,Sektor Jasa Lainnya,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang dan Sektor Pengadaan Listrik dan Gas.