Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Sumbawa Barat, pada 2024 mencapai Rp36,56 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 12,01% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp29,64 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat turun 0,33%.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Sarolangun Menurut Sektor pada 2024)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 153,57 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp235,09 juta/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 22.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertambangan dan penggalian menjadi unggulan.
Sektor pertambangan dan penggalian di Kabupaten Sumbawa Barat pada 2024 mencatatkan nilai sebesar Rp30,94 jutajuta. PDRB ini berada di urutan pertama dibandingkan 17 sektor lain. Sektor ini tumbuh 13,79% dibandingkan dengan angka tahun sebelumnya yang tercatat Rp24,35 jutajuta.
Kemudian sektor pertanian, kehutanan dan perikanan tumbuh 0,43% menjadi Rp1,34 jutajuta kemudian diurutan berikutnya diikuti oleh PDRB sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor yang kali ini tumbuh 6,04% menjadi Rp1,17 jutajuta.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Bima Periode 2004 - 2024)
Selain itu, sektor lainnya yang memberikan kontribusi di urutan lima besar adalah transportasi dan pergudangan dengan PDRB Rp533,5 ribujuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Sumbawa Barat pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Sumbawa Barat ini adalah sektor pertambangan dan penggalian dengan kontribusi mencapai 83,27%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, sektor konstruksi, dan sektor transportasi dan pergudangan.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial,Sektor Industri Pengolahan,Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Pengadaan Listrik dan Gas dan Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang.