Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kota Bima mencapai 8,12 persen pada tahun 2024. Angka ini menunjukkan sedikit penurunan turun 6,34 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat sebanyak 15.810 jiwa dari total penduduk 163.824 jiwa.
Kota Bima mencatatkan penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 4,36 persen, atau 720 jiwa. Pertumbuhan penduduk di Kota Bima sebesar 2,91 persen. Dibandingkan daerah lain di Nusa Tenggara Barat, Kota Bima berada di urutan ke-31 untuk persentase kemiskinan dan urutan ke-38 untuk jumlah penduduk miskin di tingkat pulau. Secara nasional, Kota Bima menempati urutan ke-305 dalam persentase kemiskinan.
(Baca: Jumlah Perceraian Sumatera Utara 299 Kasus Data per 2024)
Secara historis, persentase kemiskinan tertinggi di Kota Bima terjadi pada tahun 2008 yaitu 14,38 persen, dan terendah pada tahun 2024 sebesar 8,12 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2008 dengan 21,35 persen dan pertumbuhan terendah pada tahun 2024 dengan -6,34 persen. Jika dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024) sebesar 8,58 persen, angka kemiskinan saat ini lebih rendah. Rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024) sebesar 8,52 persen juga lebih tinggi dari angka saat ini. Peringkat kemiskinan Kota Bima secara nasional fluktuatif, dengan peringkat terendah pada tahun 2004 (253) dan tertinggi pada tahun 322 (2020).
Jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Nusa Tenggara Barat yang memiliki persentase kemiskinan berdekatan, Kota Bima memiliki angka kemiskinan yang lebih rendah dari Kabupaten Dompu (11,59 persen), Kabupaten Lombok Tengah (12,07 persen) dan Kabupaten Sumbawa Barat (12,23 persen). Namun sedikit lebih tinggi dari Kota Mataram (8 persen).
Kabupaten Dompu
Kabupaten Dompu memiliki persentase kemiskinan 11,59 persen dan berada di peringkat 189 secara nasional. Jumlah penduduk miskin sebanyak 32.080 jiwa dari total penduduk 270.664 jiwa. Pertumbuhan kemiskinan di Dompu tercatat -8,16 persen. Garis kemiskinan di Dompu mencapai Rp 469.647 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Dompu mencapai Rp 36,12 juta per tahun. Pertumbuhan ekonomi Dompu sebesar 4,91 persen.
Kabupaten Lombok Tengah
Kabupaten Lombok Tengah mencatat persentase kemiskinan sebesar 12,07 persen dan menduduki peringkat 165 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 122.320 jiwa dari total penduduk 1.106.619 jiwa. Angka kemiskinan di Lombok Tengah mengalami penurunan turun 6,65 persen. Garis kemiskinan di kabupaten ini mencapai Rp 549.400 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita di Lombok Tengah adalah Rp 20,36 juta per tahun dengan pertumbuhan 4,45 persen.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Pati Periode 2004 - 2024)
Kota Mataram
Kota Mataram memiliki persentase kemiskinan 8 persen dan menduduki peringkat 309 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di Mataram mencapai 43.740 jiwa dari total penduduk 459.683 jiwa. Terjadi penurunan kemiskinan turun 7,19 persen. Garis kemiskinan di Mataram mencapai Rp 657.667 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Mataram tercatat Rp 54,38 juta per tahun, dengan pertumbuhan 5,31 persen.
Kabupaten Sumbawa Barat
Kabupaten Sumbawa Barat memiliki persentase kemiskinan 12,23 persen dan berada di peringkat 160 secara nasional. Jumlah penduduk miskin sebanyak 21.130 jiwa dari total penduduk 153.575 jiwa. Kabupaten ini mengalami penurunan kemiskinan turun 5,56 persen. Garis kemiskinan di Sumbawa Barat mencapai Rp 611.142 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Sumbawa Barat adalah yang tertinggi di antara wilayah pembanding, yaitu Rp 235,09 juta per tahun dengan pertumbuhan 21,3 persen.