Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kota Jakarta Utara tahun 2024, di mana persentase penduduk miskin sedikit turun menjadi 6,44 persen dari 6,78 persen tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin juga sedikit turun menjadi 120.510 orang dari 125.980 orang, sementara jumlah penduduk sedikit turun menjadi 1.839.801 jiwa. Kota ini berada di rank 385 se-Indonesia dan rank 89 di pulau Jawa untuk persentase kemiskinan.
Analisis data historis 2004-2024 menunjukkan persentase kemiskinan Kota Jakarta Utara tahun 2024 (6,44 persen) lebih rendah dari rata-rata 3 tahun terakhir (6,82 persen) dan rata-rata 5 tahun terakhir (6,89 persen). Angka kemiskinan terendah terjadi di 2011 (5,07 persen), tertinggi di 2022 (7,24 persen). Pertumbuhan terendah di 2008 (-24,28 persen), tertinggi di 2021 (34,52 persen). Rank se-Indonesia fluktuatif: dari 394 (2004) naik ke 401 (2006), turun ke 470 (2011), lalu naik kembali ke 385 (2024).
(Baca: Persentase Penduduk Laki-Laki dan Perempuan yang Memiliki Akses Internet Periode 2015-2023)
Dibandingkan kabkota lain di DKI Jakarta, Kota Jakarta Utara memiliki persentase kemiskinan lebih tinggi dari Jakarta Barat (3,94 persen), Jakarta Pusat (4,63 persen), Jakarta Timur (4,09 persen), tapi jauh lebih rendah dari Kepulauan Seribu (13,03 persen). Jumlah penduduk miskinnya sedikit kurang dari Jakarta Timur, namun lebih banyak dari wilayah lain di DKI Jakarta selain itu.
Kota Jakarta Barat
Memiliki persentase kemiskinan 3,94 persen dengan rank se-Indonesia 485, lebih rendah dibandingkan Kota Jakarta Utara. Jumlah penduduk miskinnya 106.480 orang dengan pertumbuhan -2,75 persen, jumlah penduduk 2,58 juta jiwa. Pendapatan per kapita sebesar 253,22 juta rupiah per tahun, garis kemiskinan 685,07 ribu rupiah per kapita per bulan dengan pertumbuhan 4,23 persen. Kondisi ekonomi masyarakat lebih stabil dengan pertumbuhan kemiskinan yang lebih rendah dan pendapatan per kapita cukup tinggi.
Kota Jakarta Pusat
(Baca: Keadaan Angkatan Kerja di Kabupaten Bireuen pada 2024)
Persentase kemiskinan 4,63 persen dengan rank se-Indonesia 454, masih lebih rendah dari Kota Jakarta Utara. Jumlah penduduk miskin 42.330 orang dengan pertumbuhan -1,05 persen, jumlah penduduk 1,07 juta jiwa. Pendapatan per kapita tertinggi di DKI Jakarta, sebesar 883,72 juta rupiah per tahun, garis kemiskinan 818,72 ribu rupiah per kapita per bulan dengan pertumbuhan 4,34 persen. Tingginya pendapatan berkorelasi dengan rendahnya angka kemiskinan, menunjukkan ekonomi yang lebih kuat.
Kota Jakarta Timur
Persentase kemiskinan 4,09 persen dengan rank se-Indonesia 476, lebih rendah dari Kota Jakarta Utara. Jumlah penduduk miskinnya 121.520 orang, sedikit lebih banyak dari Jakarta Utara, namun jumlah penduduknya 3,25 juta jiwa sehingga persentase kemiskinan lebih rendah. Pendapatan per kapita sebesar 204,34 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 6,23 persen, garis kemiskinan 697,47 ribu rupiah per kapita per bulan dengan pertumbuhan 4,14 persen. Pertumbuhan pendapatan positif membantu menekan angka kemiskinan.
Kabupaten Kepulauan Seribu
Memiliki persentase kemiskinan tertinggi di DKI Jakarta, yaitu 13,03 persen dengan rank se-Indonesia 145. Jumlah penduduk miskinnya hanya 3.490 orang karena jumlah penduduk yang kecil (30,41 ribu jiwa). Pendapatan per kapita sebesar 281,27 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan -2,31 persen, garis kemiskinan 775,91 ribu rupiah per kapita per bulan dengan pertumbuhan 4,31 persen. Akses terbatas ke layanan dasar dan ekonomi pariwisata yang rentan menjadi penyebab tingginya angka kemiskinan.