Menurut publikasi Kementerian Pertanian - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, data per 2024, produksi telur itik/itik manila jika ditotal untuk 10 provinsi teratas besarnya mencapai 219,02 juta ton. Nilai dari jumlah 10 provinsi tersebut, proporsinya mencapai 99,57% dari total seluruh provinsi.
Jawa Barat mencatatkan produksi telur itik/itik manila tertinggi dengan 65,47 juta ton. Di provinsi ini, Kementerian Pertanian - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan mencatat perkembangan data tahunan di wilayah ini naik 93,32 ribu% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
(Baca: 9,82% Penduduk di Kabupaten Cianjur Masuk Kategori Miskin)
Setelahnya Jawa Timur di urutan kedua. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, produksi telur itik/itik manila di provinsi ini tumbuh 100,67 ribu%. Jumlah produksi telur itik/itik manila di provinsi ini dilaporkan 46,57 juta ton. Sedangkan untuk statistik tahunan jumlah produksi telur itik/itik manila terlihat naik 100,67 ribu% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 46,21 ribu ton.
Berikutnya, produksi telur itik/itik manila di Jawa Tengah naik 121,52 ribu% menjadi 45,83 juta ton dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, produksi telur itik/itik manila di Banten naik 83,5 ribu% menjadi 18,64 juta ton dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya dan produksi telur itik/itik manila di Sumatera Selatan naik 75,91 ribu% menjadi 13,9 juta ton dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya
(Baca: Produksi Telur Itik/Itik Manila Periode 2013-2024)
Berikut ini sepuluh provinsi dengan produksi telur itik/itik manila tertinggi pada 2024:
- Jawa Barat 65,47 juta ton
- Jawa Timur 46,57 juta ton
- Jawa Tengah 45,83 juta ton
- Banten 18,64 juta ton
- Sumatera Selatan 13,9 juta ton
- Kalimantan Selatan 9,1 juta ton
- Lampung 8,67 juta ton
- Sumatera Barat 4,15 juta ton
- Nusa Tenggara Barat 3,9 juta ton
- Aceh 2,79 juta ton