Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Pulau Taliabu tahun 2024 sedikit turun menjadi 7,13 persen, dari 7,31 persen tahun sebelumnya. Selisihnya 0,18 persen dengan pertumbuhan -2,46 persen. Jumlah penduduk miskin sedikit turun menjadi 3.970 orang dari 4.030 orang, sementara total penduduknya 65.291 jiwa.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Lampung Barat Menurut Sektor pada 2024)
Dari data historis 2015-2024, persentase kemiskinan di Kabupaten Pulau Taliabu tertinggi di 2019 sebesar7,53 persen dan terendah di2022 sebesar6,88 persen. Pertumbuhan kemiskinan terendah di2022 (-8,14 persen) dan tertinggi di2016 (3,55 persen). Rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah7,11 persen, lebih rendah dari rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) sebesar7,22 persen. Rank seindonesia naik dari397 di2015 ke342 di2024.
Di provinsi Maluku Utara, Kabupaten Pulau Taliabu berada di urutan ke-15 berdasarkan persentase kemiskinan. Persentase kemiskinannya lebih tinggi daripada Kabupaten Pulau Morotai (5,11 persen) dan Kabupaten Halmahera Selatan (5,63 persen), tetapi lebih rendah daripada wilayah lain seperti Kabupaten Halmahera Tengah (10,71 persen).
Kabupaten Halmahera Barat
Berada di rank seindonesia ke-277 berdasarkan persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki persentase kemiskinan8,75 persen dengan pertumbuhan sedikit naik sebesar0,11 persen. Jumlah penduduk miskinnya10.650 orang dari total penduduk138.673 jiwa. Garis kemiskinan adalah455,33 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita sebesar21,39 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan8,69 persen.
Kabupaten Halmahera Selatan
Rank seindonesia ke-420 berdasarkan persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki persentase kemiskinan5,63 persen dengan pertumbuhan sedikit turun sebesar-0,88 persen. Jumlah penduduk miskinnya13.690 orang dari total penduduk256.968 jiwa. Garis kemiskinan sebesar449,33 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita mencapai79,45 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan tertinggi di antara wilayah tetangga sebesar16,68 persen.
(Baca: Persentase Penduduk Miskin di Perkotaan Periode 2013-2025)
Kabupaten Halmahera Tengah
Rank seindonesia ke-216 berdasarkan persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki persentase kemiskinan tertinggi di antara wilayah tetangga sebesar10,71 persen dengan pertumbuhan sedikit turun sebesar-4,45 persen. Jumlah penduduk miskinnya6.440 orang dari total penduduk99.647 jiwa. Garis kemiskinan tertinggi sebesar593,90 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita mencapai522,77 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan10,9 persen.
Kabupaten Kepulauan Sula
Rank seindonesia ke-310 berdasarkan persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki persentase kemiskinan7,96 persen dengan pertumbuhan sedikit turun sebesar-1,66 persen. Jumlah penduduk miskinnya8.310 orang dari total penduduk100.391 jiwa. Garis kemiskinan sebesar485,24 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita sebesar30,92 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan9,18 persen.
Kota Tidore Kepulauan
Rank seindonesia ke-374 berdasarkan persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki persentase kemiskinan6,56 persen dengan pertumbuhan sedikit naik sebesar3,7 persen. Jumlah penduduk miskinnya6.720 orang dari total penduduk120.605 jiwa. Garis kemiskinan sebesar581,19 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita sebesar31,98 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan9,52 persen.
Kabupaten Pulau Morotai
Rank seindonesia ke-438 berdasarkan persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki persentase kemiskinan terendah di antara wilayah tetangga sebesar5,11 persen dengan pertumbuhan sedikit turun sebesar-3,15 persen. Jumlah penduduk miskinnya3.690 orang dari total penduduk81.860 jiwa. Garis kemiskinan terendah sebesar428,14 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita sebesar25,47 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan7,23 persen.