Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan tahun 2024 untuk Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara. Persentase penduduk miskin di kabupaten ini mencapai 7,13 persen, sedikit turun dari 7,31 persen pada tahun 2023. Jumlah penduduknya sebesar 65.291 jiwa, dengan jumlah penduduk miskin 3.970 orang yang sedikit turun dari 4.030 orang tahun sebelumnya. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun turun 2,46 persen, menempatkan kabupaten ini di urutan ke-15 di Pulau Maluku dan ke-342 se-Indonesia.
(Baca: Nilai Investasi PMA Sektor Pertambangan Periode 2013-2025)
Dari data historis kemiskinan periode 2015-2024, persentase kemiskinan tertinggi di Kabupaten Pulau Taliabu terjadi pada 2019 sebesar 7,53 persen, sedangkan terendah pada 2022 sebesar 6,88 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada 2016 sebesar 3,55 persen, dan terendah pada 2021 turun 8,14 persen. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 7,11 persen, sedikit lebih rendah dari rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) yang sebesar 7,22 persen. Rank se-Indonesia kabupaten ini mengalami sedikit peningkatan dari urutan ke-346 pada 2023 ke-342 pada 2024.
Dibandingkan kabupaten/kota lain di Maluku Utara, persentase kemiskinan Kabupaten Pulau Taliabu berada di posisi menengah. Persentase 7,13 persen ini lebih tinggi daripada Kabupaten Halmahera Selatan (5,63 persen) dan Pulau Morotai (5,11 persen), namun lebih rendah daripada Halmahera Barat (8,75 persen) dan Halmahera Tengah (10,71 persen). Jumlah penduduk miskinnya hanya lebih banyak dari Kabupaten Pulau Morotai (3.690 orang) di antara wilayah yang dibandingkan.
Kabupaten Halmahera Barat
Terletak di urutan ke-277 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki persentase penduduk miskin sebesar 8,75 persen dengan jumlah 10.650 orang dari total penduduk 138.673 jiwa. Garis kemiskinan di sini mencapai 455,33 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 9,75 persen. Pendapatan per kapita masyarakatnya sebesar 21,39 juta rupiah per tahun, menempatkan urutan ke-482 se-Indonesia, dengan pertumbuhan 8,69 persen tahun terakhir.
Kabupaten Halmahera Selatan
Menempati urutan ke-420 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, persentase penduduk miskin di wilayah ini adalah 5,63 persen dengan jumlah 13.690 orang dari total penduduk 256.968 jiwa. Garis kemiskinan di sini sebesar 449,33 ribu rupiah per kapita per bulan dengan pertumbuhan 12,12 persen. Pendapatan per kapita masyarakatnya mencapai 79,45 juta rupiah per tahun, urutan ke-121 se-Indonesia, dengan pertumbuhan 16,68 persen yang cukup tinggi dibandingkan wilayah lain di provinsi.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit Kab. Brebes | 2024)
Kabupaten Halmahera Tengah
Berada di urutan ke-216 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki persentase penduduk miskin tertinggi di antara yang dibandingkan yaitu 10,71 persen, dengan jumlah 6.440 orang dari total penduduk 99.647 jiwa. Garis kemiskinan di sini mencapai 593,90 ribu rupiah per kapita per bulan dengan pertumbuhan 7,52 persen. Pendapatan per kapita masyarakatnya sangat tinggi, sebesar 522,77 juta rupiah per tahun, menempatkan urutan ke-5 se-Indonesia dengan pertumbuhan 10,9 persen.
Kabupaten Kepulauan Sula
Terletak di urutan ke-310 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, persentase penduduk miskin di sini adalah 7,96 persen dengan jumlah 8.310 orang dari total penduduk 100.391 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar 485,24 ribu rupiah per kapita per bulan dengan pertumbuhan 7,01 persen. Pendapatan per kapita masyarakatnya sebesar 30,92 juta rupiah per tahun, urutan ke-422 se-Indonesia, dengan pertumbuhan 9,18 persen tahun terakhir.
Kota Tidore Kepulauan
Menempati urutan ke-374 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, persentase penduduk miskin di kota ini adalah 6,56 persen dengan jumlah 6.720 orang dari total penduduk 120.605 jiwa. Garis kemiskinan di sini mencapai 581,19 ribu rupiah per kapita per bulan dengan pertumbuhan 7,48 persen. Pendapatan per kapita masyarakatnya sebesar 31,98 juta rupiah per tahun, urutan ke-412 se-Indonesia, dengan pertumbuhan 9,52 persen.
Kabupaten Pulau Morotai
Berada di urutan ke-438 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, persentase penduduk miskin di wilayah ini adalah 5,11 persen dengan jumlah 3.690 orang dari total penduduk 81.860 jiwa. Garis kemiskinan di sini sebesar 428,14 ribu rupiah per kapita per bulan dengan pertumbuhan 12,69 persen yang tertinggi di antara wilayah yang dibandingkan. Pendapatan per kapita masyarakatnya sebesar 25,47 juta rupiah per tahun, urutan ke-465 se-Indonesia, dengan pertumbuhan 7,23 persen.