Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Morowali Naik 1,45% dalam 5 Tahun Terakhir

1
Irfan Fadhlurrahman 12/03/2026 13:25 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah mencapai 6,42% pada 2025.

Angka tersebut naik 2,28% dari tahun sebelumnya sebesar 4,14%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 1,45%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Morowali lebih rendah dibanding rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Morowali yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 6,42% dari total penduduk.

Dibanding 12 kabupaten/kota lain di Provinsi Sulawesi Tengah, PoU di Kabupaten Morowali ada di urutan ke-2. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kota Palu (6,41%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Banggai Kepulauan (19,4%).

Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Sulawesi Tengah pada 2025.

  1. Kota Palu: 6,41%
  2. Kabupaten Morowali: 6,42%
  3. Kabupaten Morowali Utara: 7,4%
  4. Kabupaten Poso: 8,37%
  5. Kabupaten Parigi Moutong: 9,63%
  6. Kabupaten Banggai: 10,3%
  7. Kabupaten Buol: 10,33%
  8. Kabupaten Tojo Una Una: 12,38%
  9. Kabupaten Donggala: 12,44%
  10. Kabupaten Sigi: 13,33%

(Baca: Papua, Provinsi dengan Indeks Pembangunan Olahraga Tertinggi 2024)

Data Populer

Loading...