Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Grobogan pada tahun 2024 mencapai 263074 Rupiah. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 43,2 persen dibandingkan tahun 2023. Kenaikan ini merupakan peningkatan tertinggi yang tercatat selama rentang data tahun 2018 hingga 2024 di wilayah tersebut.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Papua Tengah 2025)
Selama tujuh tahun terakhir, catatan pengeluaran kategori ini mengalami pergerakan naik turun. Pada tahun 2019 tercatat penurunan sebesar 10,8 persen, kemudian naik sedikit 9,8 persen pada tahun 2020, lalu kembali turun 9,7 persen pada tahun 2021. Sejak tahun 2021 secara berurutan angka pengeluaran terus mengalami kenaikan hingga mencapai nilai tertinggi pada tahun 2024.
Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi ini menyumbang sekitar 20,8 persen dari total pengeluaran per kapita sebulan masyarakat Kabupaten Grobogan yang mencapai 1264415 Rupiah pada tahun 2024. Apabila dibandingkan dengan pengeluaran kategori lain, nilai ini berada di atas pengeluaran untuk perawatan, kecantikan, dan sabun mandi per kapita setiap bulannya.
Berdasarkan data perbandingan seprovinsi Jawa Tengah, Kabupaten Grobogan menempati urutan ke 10 dari 35 kabupaten dan kota untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2024. Urutan ini berada tepat di bawah Kota Magelang, Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan, Kota Salatiga, Kabupaten Kudus, Kota Surakarta, Kota Pekalongan, Kota Tegal dan Kota Semarang.
Perbandingan Dengan Wilayah Lain Di Jawa Tengah
(Baca: PDB Menurut Daya Beli di Bahama 2024)
Untuk tahun yang sama, Kota Semarang mencatat pengeluaran makanan dan minuman jadi tertinggi di provinsi dengan nilai 358183 Rupiah per kapita per bulan, diikuti Kota Tegal 350104 Rupiah dan Kota Pekalongan 341983 Rupiah. Dari sisi pertumbuhan tahunan, Kabupaten Grobogan mencatat pertumbuhan kedua tertinggi se-Jawa Tengah setelah Kabupaten Karanganyar yang mencapai 63,2 persen.
Data BPS juga menunjukkan total pengeluaran per kapita bulanan gabungan makanan dan bukan makanan di Kabupaten Grobogan tahun 2024 mencapai 1264415 Rupiah, dengan pertumbuhan 21,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menempatkan Kabupaten Grobogan pada urutan ke 23 dari 35 wilayah di Jawa Tengah untuk kategori pengeluaran total masyarakat.
Selama lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan pengeluaran makanan dan minuman jadi di Kabupaten Grobogan mencapai 12,6 persen setiap tahun. Angka rata-rata tiga tahun terakhir bahkan lebih tinggi, yaitu mencapai 24,3 persen. Hal ini menunjukkan peningkatan laju pengeluaran masyarakat untuk kategori ini berjalan lebih cepat dalam tiga tahun terakhir dibandingkan periode lima tahun sebelumnya.
Catatan terendah pengeluaran makanan dan minuman jadi di Kabupaten Grobogan tercatat pada tahun 2021 dengan nilai 139761 Rupiah per kapita per bulan. Setelah tahun tersebut, tidak pernah lagi tercatat penurunan nilai pengeluaran pada kategori ini hingga data tahun 2024. Kenaikan sebesar 43,2 persen pada tahun 2024 juga merupakan anomali, karena tidak pernah ada pertumbuhan di atas 25 persen pada tahun-tahun sebelumnya sepanjang catatan data yang tersedia.