Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Kuningan pada tahun 2024 mencapai 115834 rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 7,9 persen dibandingkan tahun 2023 yang mencatatkan nilai 125733 rupiah per kapita per bulan. Sepanjang periode 2018 hingga 2024, catatan pengeluaran ini mengalami pergerakan naik turun dengan pengeluaran tertinggi terjadi pada tahun 2021 sebesar 133474 rupiah per kapita.
(Baca: Statistik Produksi Bayam Periode 2013-2024)
Apabila dibandingkan dengan pos pengeluaran lain masyarakat, pengeluaran rokok dan tembakau setara dengan 46,9 persen dari pengeluaran makanan jadi, 231 persen dari pengeluaran kecantikan, 231 persen dari pengeluaran perawatan, dan 231 persen dari pengeluaran sabun mandi per kapita per bulan. Nilai pengeluaran rokok ini juga menyumbang 47 persen dari total rata-rata pengeluaran aneka barang dan jasa masyarakat Kabupaten Kuningan setiap bulannya.
Secara historis sepanjang tujuh tahun terakhir, pengeluaran rokok dan tembakau di wilayah ini mencatatkan kenaikan tertinggi pada tahun 2021 sebesar 25,7 persen dari tahun sebelumnya. Satu tahun setelahnya yaitu tahun 2022 terjadi penurunan sebesar 13,3 persen, kemudian naik sedikit pada 2023, sebelum kembali turun pada tahun 2024. Rata-rata pengeluaran rokok tiga tahun terakhir berada pada angka 119111 rupiah, sedangkan rata-rata lima tahun terakhir berada pada angka 119393 rupiah per kapita per bulan.
Berdasarkan perbandingan seprovinsi Jawa Barat, Kabupaten Kuningan menempati urutan ke 25 dari total 27 kabupaten dan kota untuk kategori pengeluaran rokok dan tembakau tahun 2024. Posisi ini lebih rendah dibandingkan Kota Tasikmalaya, Kabupaten Garut, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Tasikmalaya. Hanya terdapat dua wilayah yang mencatatkan nilai pengeluaran lebih rendah dibandingkan Kabupaten Kuningan yaitu Kota Banjar dan Kabupaten Majalengka.
Perbandingan Pengeluaran Antar Wilayah Jawa Barat
(Baca: Harga Makanan, Minuman dan Tembakau di Kota Surakarta Bulan Juni Turun 0,13%)
Untuk tahun 2024, Kota Bekasi mencatatkan pengeluaran rokok tertinggi se-Jawa Barat dengan nilai 196516 rupiah per kapita per bulan, diikuti oleh Kota Bandung sebesar 178884 rupiah, Kabupaten Subang 172481 rupiah, Kabupaten Karawang 167922 rupiah dan Kabupaten Indramayu 167146 rupiah. Dari kelima wilayah teratas ini, hanya Kabupaten Indramayu yang mencatatkan penurunan pengeluaran rokok sebesar 1,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sementara empat wilayah lain masih mencatatkan kenaikan.
Pengeluaran Total Masyarakat Kabupaten Kuningan
Untuk total pengeluaran makanan dan bukan makanan per kapita per bulan, Kabupaten Kuningan menempati urutan ke 25 seprovinsi Jawa Barat pada tahun 2024 dengan nilai total 1250418 rupiah. Nilai ini hanya mengalami kenaikan sangat sedikit sebesar 0,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Posisi ranking ini tidak berubah dibandingkan posisi tahun sebelumnya, tetap berada di atas Kabupaten Garut dan Kabupaten Tasikmalaya, serta berada di bawah Kabupaten Cianjur.
Pengeluaran Non Makanan Masyarakat
Khusus kategori pengeluaran bukan makanan, Kabupaten Kuningan juga menempati urutan ke 22 seprovinsi Jawa Barat pada tahun 2024 dengan nilai 587762 rupiah per kapita per bulan. Nilai ini mengalami penurunan sedikit sebesar 0,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Secara perbandingan, nilai pengeluaran bukan makanan Kabupaten Kuningan hanya mencapai 28,6 persen dari nilai pengeluaran bukan makanan Kota Bekasi yang menempati urutan pertama di provinsi ini.
Pengeluaran Makanan Masyarakat
Pada kategori pengeluaran makanan, Kabupaten Kuningan menempati urutan ke 26 seprovinsi Jawa Barat dengan nilai 662656 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun mengalami kenaikan, posisi ranking wilayah ini tidak mengalami perubahan, hanya lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Bandung Barat yang menempati urutan terbawah untuk kategori pengeluaran makanan di Jawa Barat.