Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), ada 913 emiten yang menyampaikan laporan keuangan pada 2025.
Dari seluruh emiten ini, yang memiliki aset paling besar adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Sampai 31 Desember 2025, aset emiten dengan kode BMRI tersebut mencapai Rp2.829,95 triliun.
Secara umum, emiten-emiten yang memiliki aset besar di BEI berasal dari sektor keuangan/perbankan/asuransi.
Sementara, emiten yang masuk top 20 dari sektor non-keuangan hanya sedikit, yaitu industri (ASII), infrastruktur (TLKM), barang baku (BRPT dan AMMN), serta barang konsumen primer (INDF).
Berikut daftar 20 emiten pemilik aset terbesar di BEI pada tahun 2025:
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI): Rp2.829,95 triliun
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI): Rp2.135,37 triliun
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Rp1.586,83 triliun
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI): Rp1.362,05 triliun
- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN): Rp527,79 triliun
- PT Astra International Tbk (ASII): Rp507,37 triliun
- PT Bank BRI Syariah Tbk (BRIS): Rp456,19 triliun
- PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA): Rp372,70 triliun
- PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP): Rp308,14 triliun
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM): Rp291,90 triliun (hanya sampai 30 September 2025)
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT): Rp291,22 triliun
- PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN): Rp275,71 triliun
- PT Bank Permata Tbk (BNLI): Rp268,34 triliun
- PT Paninvest Tbk (PNIN): Rp253,37 triliun
- PT Panin Financial Tbk (PNLF): Rp251,70 triliun
- PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN): Rp245,85 triliun
- PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN): Rp237,33 triliun
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Rp232,78 triliun
- PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR): Rp221,35 triliun
- PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF): Rp217,98 triliun
(Baca: Rasio Free Float Saham 45 Emiten dalam Indeks LQ45 Mei-Juli 2026)