IHSG Anjlok di Tengah Perang AS-Israel dengan Iran (Senin, 2 Maret 2026)
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 2,66% ke level 8.016,83 pada penutupan perdagangan Senin (2/3/2026).
Menurut Phintraco Sekuritas, pelemahan ini dipengaruhi aksi pelaku pasar yang mengalihkan dananya ke aset safe-haven, setelah meletusnya perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
"Serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu perang terbuka dan membuat investor global cenderung menghindari aset-aset yang berisiko," kata Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim, dilansir Antara (2/3/2026).
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, 10 dari 11 sektor saham terkoreksi hari ini. Sektor barang konsumen non-primer turun paling dalam hingga 7,60%, diikuti sektor industri dan sektor properti yang masing-masing jatuh 5,95% dan 4,14%.
Sementara hanya ada satu sektor saham yang menguat, yaitu sektor energi yang naik 1,54%.
(Baca: AS-Israel Serang Iran, Harga Minyak Dunia Naik Awal Maret 2026)
Menurut data RTI Business, frekuensi perdagangan saham dalam negeri hari ini 3,65 juta kali transaksi, total saham berpindah tangan 56,61 miliar lembar, dan nilai transaksi mencapai Rp29,84 triliun.
Sebanyak 671 saham ditutup melemah hari ini, lalu 108 saham menguat, dan 41 saham stagnan.
Emiten top losers hari ini adalah DPUM, POLI, dan TRUE yang sama-sama terkoreksi 15%.
Di sisi lain, emiten berkode OILS menjadi top gainer setelah terbang 34,69%, diikuti ENRG dan RUIS yang sama-sama naik 25%.
Sejalan dengan IHSG, mayoritas bursa kawasan Asia sore ini parkir di zona merah. Indeks Nikkei turun 1,35% ke 58.057,24; indeks Hang Seng turun 2,14% ke 26.059,85; indeks Strait Times turun 2,09% ke 4.890,86; sedangkan indeks Shanghai naik 0,47% ke 4.182,59.
(Baca: IHSG Ditutup Menguat 0,0027% (Jumat, 27 Februari 2026))