Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase penduduk miskin Provinsi Jawa Timur semester II tahun 2025 sebesar 9,3 persen. Pada periode ini terjadi penurunan sebesar 0,2 persen dibandingkan semester sebelumnya. Dalam kurun 3 semester terakhir, rata-rata persentase penduduk miskin daerah ini berada di angka 9,55 persen, sehingga nilai semester terbaru menunjukkan kondisi lebih baik 2,6 persen dibanding rata-rata tersebut. Sementara untuk kurun 5 semester terakhir, rata-rata nilai mencapai 9,89 persen, penurunan angka kemiskinan semester ini tercatat 5,9 persen lebih baik dibanding rata-rata lima periode sebelumnya.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Merauke | 2004 - 2025)
Sepanjang data historis sejak 2012, tercatat kenaikan persentase penduduk miskin tertinggi terjadi pada semester I tahun 2020 dengan pertumbuhan 8,73 persen, yang menjadi satu-satunya lonjakan signifikan pada seluruh periode data. Sementara penurunan terendah tercatat pada semester I tahun 2024 dengan penurunan sebesar 5,41 persen. Selama periode 5 semester terakhir, posisi ranking Jawa Timur di tingkat Pulau Jawa sempat naik satu peringkat menjadi urutan 2 pada semester I 2025, sebelum kembali ke posisi 3 pada rilis terbaru. Di tingkat nasional, provinsi ini berada di peringkat 20 dari seluruh provinsi di Indonesia untuk semester II 2025.
Pada semester terbaru, Jawa Timur mencatatkan nilai persentase penduduk miskin lebih tinggi dibanding Jawa Tengah yang berada di posisi 2 Pulau Jawa dengan nilai 9,39 persen. Nilai penurunan semester ini untuk Jawa Timur sebesar 0,2 persen, sedikit lebih kecil dibanding penurunan Jawa Tengah yang mencapai 0,09 persen pada periode yang sama. Secara ranking nasional, Jawa Timur berada satu peringkat di atas Sulawesi Selatan, dan satu peringkat di bawah Jawa Tengah untuk indikator yang sama.
Sumatera Selatan
Sumatera Selatan menempati peringkat 3 Pulau Sumatera dan peringkat 17 secara nasional untuk persentase penduduk miskin semester II 2025, dengan nilai tercatat 9,85 persen. Daerah ini mencatatkan penurunan sebesar 0,3 persen dibanding semester sebelumnya, dengan pertumbuhan negatif sebesar 2,96 persen. Rata-rata nilai 3 semester terakhir untuk provinsi ini berada di angka 10,17 persen, sehingga rilis terbaru menunjukkan perbaikan kondisi sekitar 3,1 persen dibanding rata-rata periode tersebut. Nilai penduduk miskin Sumatera Selatan tercatat 0,55 persen lebih tinggi dibanding nilai Jawa Timur pada semester yang sama.
Lampung
Lampung berada di posisi peringkat 4 Pulau Sumatera dan peringkat 18 nasional, dengan persentase penduduk miskin semester II 2025 sebesar 9,66 persen. Provinsi ini mencatatkan penurunan nilai sebesar 0,34 persen dibanding periode semester sebelumnya, dengan pertumbuhan negatif 3,4 persen. Rata-rata 5 semester terakhir Lampung memiliki nilai persentase penduduk miskin sebesar 10,31 persen, sehingga kondisi terbaru menunjukkan perbaikan sebesar 6,3 persen dibanding rata-rata jangka panjang tersebut. Nilai indikator Lampung masih 0,36 persen lebih tinggi dibanding catatan Jawa Timur pada rilis terbaru.
Jawa Tengah
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Papua 2015 - 2024)
Jawa Tengah menempati urutan 2 Pulau Jawa dan peringkat 19 secara nasional, dengan persentase penduduk miskin semester II 2025 sebesar 9,39 persen. Provinsi tetangga ini mencatatkan penurunan sedikit sebesar 0,09 persen dibanding semester sebelumnya, dengan pertumbuhan negatif 0,95 persen. Rata-rata 3 semester terakhir Jawa Tengah tercatat 9,51 persen, sehingga nilai terbaru menunjukkan perbaikan kondisi sebesar 1,2 persen. Meskipun berada satu peringkat di atas Jawa Timur secara nasional, nilai persentase penduduk miskin Jawa Tengah tercatat 0,09 persen lebih tinggi dibanding catatan Jawa Timur.
Sulawesi Selatan
Sulawesi Selatan berada di posisi peringkat 5 Pulau Sulawesi dan peringkat 21 secara nasional, dengan persentase penduduk miskin semester II 2025 sebesar 7,43 persen. Daerah ini mencatatkan penurunan nilai sebesar 0,17 persen dibanding periode sebelumnya, dengan pertumbuhan negatif sebesar 2,24 persen. Rata-rata 5 semester terakhir Sulawesi Selatan memiliki nilai persentase penduduk miskin sebesar 7,58 persen, sehingga kondisi terbaru menunjukkan perbaikan sebesar 1,9 persen dibanding rata-rata periode tersebut. Nilai indikator Sulawesi Selatan tercatat jauh lebih rendah hampir 2 persen dibanding catatan Jawa Timur.
Sumatera Utara
Sumatera Utara menempati urutan 5 Pulau Sumatera dan peringkat 22 secara nasional, dengan persentase penduduk miskin semester II 2025 sebesar 7,24 persen. Provinsi ini mencatatkan penurunan nilai sebesar 0,12 persen dibanding semester sebelumnya, dengan pertumbuhan negatif 1,63 persen. Rata-rata 3 semester terakhir Sumatera Utara tercatat 7,33 persen, sehingga nilai terbaru menunjukkan perbaikan kondisi sebesar 1,2 persen. Secara nilai, Sumatera Utara memiliki persentase penduduk miskin 2,06 persen lebih rendah dibanding catatan Jawa Timur pada periode rilis yang sama.
Jambi
Jambi berada di posisi peringkat 6 Pulau Sumatera dan peringkat 23 secara nasional, dengan persentase penduduk miskin semester II 2025 sebesar 6,89 persen. Daerah ini mencatatkan penurunan nilai sebesar 0,3 persen dibanding periode sebelumnya, dengan pertumbuhan negatif sebesar 4,17 persen. Rata-rata 5 semester terakhir Jambi memiliki nilai persentase penduduk miskin sebesar 7,23 persen, sehingga kondisi terbaru menunjukkan perbaikan sebesar 4,7 persen dibanding rata-rata periode tersebut. Nilai indikator Jambi merupakan yang terendah dari seluruh daftar provinsi perbandingan, yaitu 2,41 persen lebih rendah dibanding catatan Jawa Timur.