Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data semester persentase kemiskinan Kabupaten Merauke, Papua Selatan tahun 2025 sebesar 11,31 persen. Angka ini naik sebesar 1,12 poin persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan sebesar 10,99 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini tercatat 27.720 jiwa, bertambah 3.000 jiwa dari periode sebelumnya.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Gunung Mas | 2004 - 2025)
Selama periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai angka tertinggi pada tahun 2006 sebesar 32,15 persen, dan angka terendah pada tahun 2020 sebesar 10,03 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan terendah terjadi pada tahun 2008 yaitu turun sebesar 50,29 persen, sedangkan pertumbuhan tertinggi tercatat pada tahun 2006 naik sebesar 14,21 persen.
Ranking persentase kemiskinan Kabupaten Merauke secara nasional saat ini berada di urutan 161 dari 514 kabupaten/kota di Indonesia. Selama 5 tahun terakhir, ranking wilayah ini terus bergeser memburuk dari urutan 245 pada tahun 2023 menjadi urutan 161 tahun 2025. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir sebesar 10,50 persen, lebih rendah dibandingkan angka tahun 2025.
Kabupaten Boven Digoel
Berada di urutan 43 secara nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 21,96 persen dengan pertumbuhan naik 14,14 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 16.260 jiwa, dengan garis kemiskinan sebesar 665,01 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat wilayah ini mencapai 87,89 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan pendapatan naik 4,89 persen.
(Baca: Persentase Penduduk yang Memiliki HP Kota dan Desa Periode 2013-2024)
Kabupaten Mappi
Persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 28,46 persen dan menempati urutan 21 secara nasional dari seluruh kabupaten kota di Indonesia. Pertumbuhan angka kemiskinan naik sebesar 10,74 persen, dengan total penduduk miskin mencapai 30.500 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar 513,71 ribu rupiah per kapita per bulan, sementara pendapatan per kapita masyarakat tercatat 35,13 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Asmat
Menempati urutan 20 secara nasional untuk indikator persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki angka kemiskinan sebesar 28,47 persen dengan pertumbuhan naik 16,20 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 31.060 jiwa, garis kemiskinan tercatat 520,64 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat di wilayah ini tercatat 30,47 juta rupiah per tahun, menjadi yang terendah dibandingkan tiga kabupaten lain yang dibandingkan.